Pagelaran Sabang - Marauke, Merajut Persatuan Bangsa Lewat Seni dan Budaya

Fimela.com, Jakarta Sudah diakui oleh dunia jika Indonesia memiliki keberagaman budaya. Sayangnya, modernisasi seolah membuat kebudayaan sebagai identitas bangsa kerap tersisihkan. Maka dari itu, Pagelaran Sabang - Marauke pun rasanya penting untuk diapresiasi karena kembali mengingatkan tentang kekayaan budaya Indonesia.

Dihelat pada 3-5 Juni 2022, berdekatan dengan peringatan Hari Lahirnya Pancasila sebagai simbol persatuan bangsa, acara yang diinisiasi oleh iForte tersebut memang sengaja dibuat dalam rangka melestarikan kebudayaan Indonesia yang beragam. Hal itu setidaknya tercermin dari musik, lagu, tarian dan busana adat dalam durasi sekitar satu jam pertunjukkan.

Sesuai tema yang diangkat, Pagelaran Sabang - Marauke memuat keanekaragaman budaya banyak daerah di Indonesia. Total, ada 21 lagu daerah yang dibawakan secara apik, lengkap dengan musik, tarian serta busana adat dari masing-masing daerah dari Sumatera sampai Papua.

Cerminan Keberagaman

<p>Pagelaran Sabang - Marauke (foto: Bambang E. Ros)</p>

Pagelaran Sabang - Marauke (foto: Bambang E. Ros)

Pertunjukkan dimulai dengan menampilkan kekayaan budaya dari pulau Sumatera. Lagu-lagu seperti Bungong Jempa, Kampuang Nan Jauh di Mato dan Injit Injit Semut dibawakan secara apik, lengkap dengan tarian dan busana daerah asal masing-masing.

Bergeser ke pulau Jawa, tembang tradisional seperti Manuk Dadali, Tokecang, dan Rek Ayo Rek bergantian menjadi repertoar pertunjukkan. Lagi-lagi, sejumlah penari dengan busana khas daerah masing-masing terlihat enerjik menghangatkan suasana. Sejumlah penampilan budaya dari daerah lain pun melengkapi durasi pertunjukkan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut.

Sampai pada akhirnya, lagu Yamko Rambe Yamko dari Papua berkumandang dan diakhiri dengan lagu pop bertema nasionalis, Bendera menjadi penanda akhirnya Pagelaran Sabang - Marauke. Selain musik, tari dan kostum, yang tak kalah menarik ialah kehadiran sejumlah alat musik tradisional seperti gamelan, gendang, suling, angklung, dan fu, alat musik khas daerah Maluku Utara yang digunakan melengkapi penampilan yang tersaji.

Semangat Kebangkitan

<p>Pagelaran Sabang - Marauke (foto: Bambang E. Ros)</p>

Pagelaran Sabang - Marauke (foto: Bambang E. Ros)

Total, Pagelaran Sabang - Marauke melibatkan lima penyanyi nasional, 46 musisi tradisional dan modern, serta 135 penari profesional. Yang kemudian tak kalah penting dalan pagelaran tersebut adalah misi untuk kembali membangkitkan semangat para seniman untuk aktif berkesenian setelah Indonesia dilanda pandemi Covid-19.

Lewat Pagelaran Sabang - Marauke, penonton seolah diingatkan untuk kembali mengenal Indonesia lewat kekayaan budaya lewat tata audio visual yang menarik. Lebih dari itu, mengedepankan semangat persatuan karena digelar berdekatan dengan Hari Lahir Pancasila, acara tersebut juga menyiratkan pesan moral yang kuat untuk masyarakat bersatu melewati masa sulit usai diterpa pandemi Covid-19.

 

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel