Hari Ini, Jokowi Akan Tinjau Banjir di Kalimantan Selatan

Agus Rahmat
·Bacaan 2 menit

VIVAPresiden Joko Widodo, akan bertolak ke Kalimantan Selatan untuk kunjungan kerja, pada Senin ini 18 Januari 2021. Kepala Negara akan meninjau musibah banjir di provinsi tersebut.

Kedatangan Presiden Jokowi ke Kalimantan Selatan ini, dibenarkan oleh Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono. saat dihubungi, Senin 18 Januari 2021.

Kehadiran Presiden Jokowi ke lokasi bencana, jelas Heru, ingin memastikan sejumlah hal agar tertangani dengan baik. "Agar sarana yang terkena dampak agar PU bisa segera tindak lanjut," kata Heru.

Baca juga: Berkurangnya Hutan Primer dan Sekunder Disebut Picu Banjir Kalsel

Presiden Jokowi juga, ingin memastikan bahwa bantuan-bantuan yang disalurkan pemerintah benar-benar sampai ke masyarakat yang terdampak. Mengingat masyarakat sangat membutuhkan banyak bantuan, akibat musibah banjir ini.

Selain itu, kehadiran Presiden Jokowi juga dimaksudkan agar pemerintah mengetahui apa saja yang dibutuhkan warga terdampak, selain yang sudah disalurkan tersebut.

"Kebutuhan lain yang diperlukan warga bapak Presiden akan memperhatikan," katanya.

Bencana banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan, lantaran curah hujan yang sangat tinggi. Termasuk di beberapa wilayah lainnya. Namun Kalimantan Selatan termasuk yang terparah. Selain korban jiwa, sejumlah infrastruktur juga rusak, hingga pemukiman masyarakat ikut terendam.

Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan sebanyak 10 Kabupaten/Kota terdampak banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.

Dengan rincian, antara lain Kabupaten Tapin, Kabupaten Banjar, Kota Banjar Baru, Kota Tanah Laut, Kota Banjarmasin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Balangan, Kabupaten Tabalong, Kabupataen Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Batola . Hal ini berdasarkan data terakhir yang dihimpun pada 17 Januari 2021 pukul 14.00 WIB.

Sebanyak 24.379 rumah terendam banjir dan 39.549 warga mengungsi. Kabupaten Tapin sebanyak 582 rumah terdampak dan 382 jiwa mengungsi, Kabupaten Banjar 6.670 rumah terdampak dan 11.269 jiwa mengungsi, Kota Banjar Baru 2.156 terdampak dan 3.690 jiwa mengungsi, serta Kota Tanah Laut 8.506 rumah terdampak dengan 13.062 jiwa mengungsi.

Selanjutnya Kabupaten Balangan sebanyak 1.154 rumah terdampak dengan 17.501 jiwa mengungsi, Kabupaten Tabalong 407 rumah dengan 770 jiwa terdampak dan mengungsi, dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah 11.200 jiwa mengungsi dan 64.400 jiwa terdampak.

Kemudian, Kabupaten Hulu Sungai Selatan 387 rumah terdampak dan 6.690 jiwa mengungsi, Kota Banjarmasin dengan 716 jiwa terdampak, Kabupaten Batola 517 rumah dan 28.400 jiwa terdampak.

"Selain itu, terdapat korban meninggal dunia total sebanyak 15 orang dengan rincian, Kabupaten Tanah Laut 7 orang, Kabupaten Hulu Sungai Tengah 3 orang, Kota Banjar Baru 1 orang, Kabupaten Tapin 1 orang, dan Kabupaten Banjar 3 orang," kata Raditya Jati di Jakarta, Minggu 17 Januari 2021.