Pahami Cara Mengoper Bola yang Umum dalam Permainan Basket, Apa Saja?

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Permainan bola basket sangat diminati oleh anak-anak muda. Olahraga lima lawan lima ini terus berkembang dan telah dimainkan di berbagai penjuru dunia, termasuk di Indonesia.

Permainan basket pada dasarnya adalah perlombaan mencetak skor paling tinggi dengan cara memasukkan bola ke dalam basket. Poin terdiri dari 1, 2, dan 3, tergantung posisi menembaknya.

Meski demikian, permainan bola basket tidak berhenti di situ saja. Ada banyak peraturan yang harus dipatuhi para pemain selama pertandingan. Begitu juga dengan teknik dasar dalam bermain.

Passing atau mengoper bola merupakan salah satu hal mendasar yang perlu diketahui. Sebab tanpa teknik yang tepat, bola justru berpeluang jatuh ke tangan lawan.

Lalu seperti apa saja teknik mengoper bola dalam permainan bola basket?

Dikutip dari berbagai sumber, ada beberapa teknik dasar dalam mengoper bola pada permainan basket. Ini disesuaikan dengan posisi pemain yang memegang bola dan jarak dengan rekan setim.

Jenis-Jenis Mengoper Bola

Ilustrasi Bola Basket (hdwallpapervault.com)
Ilustrasi Bola Basket (hdwallpapervault.com)

Chest pass:

teknik mengoper bola di mana posisi tingan berada di depan dada. Saat mengoper, lengan diluruskan dan ibu jari dipindahkan ke belakang untuk mendorong bola. Bola selanjutnya akan berpindah secar lurus, tidak melambung atau mengarah ke bawah.

Bounce pass:

teknik mengoper dengan cara memantulkan bola ke lantai. Teknik ini dilakukan saat posisi rekan setim terlalu jauh dari Anda.

Overheard pass:

teknik mengoper bola dengan posisi tangan berada di atas kepala membentuk sudut 90 derajat.

Selanjutnya

Back pass:

Teknik mengoper bola saat rekan setim berada dekat dengan Anda menggunakan satu tangan dari posisi belakang punggung.

Under pass:

mengoper bola dari jarak sepinggang dengan arah lurus ke penerima.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel