Pahami Makna Hasil Rapid Test, Ini Penjelasannya

Liputan6.com, Jakarta Banyak masyarakat yang masih bertanya-tanya seperti apa cara kerja rapid test. Menjawab rasa ingin tahu masyarakat, ahli nutrisi Dr. Tan Shot Yen membagikan edukasi mengenai makna rapid test COVID-19 melalui media sosialnya.

Menurut Tan, ada beberapa huruf  atau tanda yang merujuk pada hasil tes yang perlu dipahami masyarakat. Huruf dan tanda tersebut antara lain strip merah, C, Ig M Positive (+), Ig G Positive (+), Ig M/Ig G Positive (+), dan Negative (-).

Menurut Tan, Huruf C adalah Control. Dalam kode ini strip harus muncul. “Jika tidak, bisa jadi alat rusak atau darah yang digunakan kurang,” tulis Tan.

Ig berarti Immunoglobulin atau antibodi dalam darah yang dibuat manusia spesifik terhadap paparan infeksi.

Selanjutnya, tulisan Ig M (+) pada rapid test menandakan terjadinya paparan baru-baru ini saja. Sedang, Ig G (+) berarti terjadi paparan di masa lampau.

Jika hasil rapid test menunjukkan Ig M (+), Ig G (-) maka pemeriksaan harus dilanjutkan dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Genome Sequencing di rumah sakit rujukan untuk memastikan. Langkah ini juga dilakukan jika hasil tes menunjukkan Ig M (+), Ig G (+).

Tapi bila tes menunjukkan kode Ig M (-), Ig G (+) maka dibutuhkan rapid test ulang dalam satu dan dua minggu selanjutnya. Hal ini disebabkan antibodi pada saat tes pertama belum cukup untuk mendeteksi.

Pengulangan rapid test juga harus dilakukan jika hasilnya Ig M dan Ig G negatif semua, karena risiko paparan tetap ada.

“Edukasi ini seharusnya dijalankan sebelum rapid test dikerjakan, agar tidak menimbulkan kepanikan dan salah pemahaman,” tulis Tan.

Perihal Rapid Test

Sebelumnya, pada Jumat (20/3) Pemerintah RI telah menerapkan tes Corona COVID-19 massal dengan metode rapid test. Test ini dilakukan dengan cara pengambilan sampel darah.

Namun, rapid test massal ini bukan untuk mendiagnosis apakah seseorang positif atau tidak terkena virus corona COVID-19. Tidak semua orang akan diperiksa Covid-19. Namun, hanya mereka yang berisiko.

"Tes Corona massal ini baru tahap skrining saja, bukan untuk deteksi atau diagnosis pasti orang yang bersangkutan positif atau tidak kena COVID-19," kata Juru Bicara Penanganan Percepatan COVID-19 Achmad Yurianto saat dihubungi Health Liputan6.com melalui sambungan telepon, Jumat (20/3/2020).

Yuri menambahkan, bila hasil screening dinyatakan positif, maka pasien akan kembali diperiksa dengan metode PCR. Sebab, kata Yuri, seseorang yang sudah sembuh juga masih bisa terditeksi positif corona Covid-19.

Simak Video Berikut Ini: