Pahit dan Manis Suwita Pata Bersama Persib di Liga Indonesia 2007

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Makassar - Suwita Pata masuk dalam daftar pemain yang pernah menjadi kapten di Persib Bandung. Ia melakoni peran itu ketika Maung Bandung berkiprah di Liga Indonesia 2007. Sebelum ke Persib, Suwita berhasil membawa PSIS Semarang menembus final musim 2006 sebelum takkluk di tangan Persik Kediri dengan skor 0-1 di Stadion Manahan Solo, 30 Juli 2006.

Dalam channel Youtube Simamaung, Suwita mengungkap pengalaman pahit dan manisnya bersama Persib Bandung musim itu. Menurut Suwita, awalnya ban kapten dipegang oleh Patricio Jimenez, bek asal Chile. Tapi, dengan pertimbangan pengalaman dan berstatus pemain asli Bandung, manajemen dan pelatih Persib memercayakan Suwita memimpin rekan-rekannya.

Status sebagai kapten tak membuat Suwita merasa terbenani. Ia mengaku malah menikmati perannya itu. Terutama saat rekan-rekannya menyampaikan keluhan atau uneg-uneg kepada Suwita.

"Pada dasarnya saya adalah orang yang senang ngobrol dan membantu. Jadi, sedapat mungkin keluhan dari teman-teman saya sampaikan ke manajemen untuk menindaklanjutinya," kenang Suwita.

Proses Suwita jadi kapten di Persib terbilang lancar karena di dalam tim teknik ada eks pemain Maung Bandung, seperti Djajang Nurjaman, Robby Darwis dan Adeng Hudaya. Ketiga legenda Persib ini membantu tugas pelatih kepala Persib saat itu, Arcan Iurie (Moldova).

Penampilan Persib yang bermaterikan pemain bagus pada masa itu seperti Tema Mursadad, Patricio Jimenez, Nova Arianto, George Clement Nyeck Nyobe, Eka Ramdani, Lorenzo Cabanas, Zaenal Arif, Redouane Barkaoui dan Cristian Bekamenga terbilang apik. Pada paruh pertama musim 2006-2007, mereka memimpin klasemen.

Namun, penampilan Persib menurun di paruh kedua. Diawali dengan keputusan Arcan mencoret bek Nyeck Nyobe dengan memasukkan gelandang serang asal Rumania, Leo Chitescu.

Alasan Arcan saat itu adalah Leo dibutuhkan karena bisa bermain pada dua posisi. Apalagi saat itu, Persib kerap ditinggal oleh Eka dan Bekamenga memperkuat Timnas Indonesia dan Kamerun.

Pergantian itu berdampak pada penampilan tim. Alhasil, Persib akhirnya hanya bertengger di peringkat lima klasemen akhir. Padahal, peluang juara terbilang besar. Karena tak hanya di kandang, Persib Bandung pun bisa memetik tiga poin saat melakoni partai tandang.

Bersaing dengan Hariono

Gelandang Persib, Hariono, saat laga Torabika Soccer Championship 2016 melawan Sriwijaya FC di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (30/4/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Gelandang Persib, Hariono, saat laga Torabika Soccer Championship 2016 melawan Sriwijaya FC di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (30/4/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Momen emas Suwita pada musim 2007 akhirnya terlewatkan begitu saja tanpa trofi juara. Musim berikutnya, Suwita tak lagi menjadi pemain utama di Persib Bandung menyusul kehadiran gelandang muda Hariono yang datang bersamaan dengan sang pelatih, Jaya Hartono.

Meski mendapat saingan, Suwita menerima Hariono dengan baik. Sebagai pemain senior di Persib, Suwita malah berusaha lebih dulu membuka komunikasi dengan Hariono. Apalagi, mereka sebelumnya pernah sama-sama di tim nasional.

"Hanya Hariono orangnya pendiam dan tak banyak bicara," kata Suwita.

Menurut Suwita, Hariono adalah gelandang petarung dan selalu menunjukkan kerja kerasnya di lapangan.

"Hariono adalah pemain bertalenta. Saat itu, saya memprediksi ia akan menjadi pemain hebat bersama Persib dan terbukti benar," papar Suwita.

Seperti diketahui, Hariono tercatat sebelas musim bertahan di Persib dengan pencapaian trofi juara bersama Persib pada musim 2014. Kehadiran Hariono membuat Suwita kembali dilepas Persib akhir musim 2008. Selepas dari Persib, Suwita berturut-turut membela PSIS Semarang, Persitara Jakarta Utara dan Persikota Tangerang sebelum akhirnya gantung sepatu pada 2013.

Video