Pahlawan Lansia kampanyekan SIAP bantu capai vaksinasi lengkap

Sejumlah relawan Pahlawan Lanjut Usia (Lansia) hasil seleksi dari Kementerian Kesehatan RI dikerahkan untuk membantu pencapaian vaksinasi dalam program Semangat Dapat Vaksinasi Lengkap (SIAP) COVID-19 di Indonesia.

"Lansia haruslah tetap sehat terlebih dahulu, dan harus menjadi contoh atau teladan bagi keluarga bahwa kualitas hidup kita tetap baik dan sehat, serta masih bisa berdaya secara positif di masa tua kita," kata Pahlawan Lansia, Haji Mas Ati di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat.

Ia mengatakan, bersama Dinas Kesehatan Sinjai telah bergerak mensosialisasikan ke komunitas diantaranya Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi), Badan Majelis Taklim, kelompok Lansia tentang pentingnya vaksinasi lengkap hingga dosis tiga sebagai benteng pertahanan tubuh.

Program Kemenkes, kampanye SIAP tersebut, kata dia, bertujuan meningkatkan percepatan dan kesediaan vaksinasi dan capaian vaksinasi dosis lengkap utamanya Lansia, serta mengingatkan penerapan pola hidup sehat di wilayah masing-masing demi mencegah penyebaran virus termasuk Omicron varian baru.

Baca juga: Sebanyak 2.182 lansia di Pulau Simeulue sudah divaksin dosis ketiga

Baca juga: Menkes: Kajian vaksin anak dan lansia upaya perkuat antibodi warga

"Kita sebagai orang tua atau lansia, tidak boleh menjadi beban bagi keluarga. Jangan sampai kita Lansia yang rentan terinfeksi, malah menularkan kepada keluarga," paparnya menekankan.

Pahlawan Lansia SIAP, Muhamad Saeruddin (tengah) saat sosialisasi vaksinasi lengkap sekaligus menyuarakan dan memberi semangat agar para Lansia memiliki kualitas hidup yang sehat dan bahagia serta aman dari COVID-19 di halaman kantor Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO/Dokumentasi Kemenkes RI.
Pahlawan Lansia SIAP, Muhamad Saeruddin (tengah) saat sosialisasi vaksinasi lengkap sekaligus menyuarakan dan memberi semangat agar para Lansia memiliki kualitas hidup yang sehat dan bahagia serta aman dari COVID-19 di halaman kantor Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO/Dokumentasi Kemenkes RI.

Pahlawan Lansia lainnya Muhammad Saeruddin merupakan pensiunan ASN menyakini upaya Dinkes atas pemberian vaksinasi bagi Lansia memang terbukti baik bagi kesehatan setelah dirinya mendapatkan vaksin lengkap.

"Seharusnya kita menyerahkan diri untuk divaksinasi. Walau pemerintah belum mengesahkan pandemi berakhir, kita jangan sampai abai. Jangan sampai COVID-19 kembali melonjak, ini ibarat seperti gunung es, nanti kita bisa kelabakan," ungkap Pimpinan Baznas Kabupaten Bantaeng ini.

Sebelumnya, Kemenkes mengumumkan
10 orang Lansia terpilih mewakili 10 kabupaten kota di Indonesia untuk menjadi Pahlawan Lansia SIAP hasil kerja sama Lembaga donor United States Agency for International Development (USAID) guna mensosialisasikan vaksinasi lengkap di wilayahnya yang capaian vaksinasinya rendah.

Data situs vaksin.kemenkes.go.id Per 03 November 2022 untuk pencapaian sasaran vaksin dosis satu telah mencapai 234.666.020 juta orang atau 87,43 persen, vaksin dosis dua sebanyak 171.949.679 juta orang atau 73,27 persen.

Sedangkan untuk dosis tiga (Booster) baru mencapai 65.238.591 juta orang atau 27,80 persen. Sementara dosis empat 674.392 ribu orang atau dengan prosentase 45,92 persen.

Selanjutnya, data situs pusatkrisis.kemenkes.go.id, Per 02 Oktober 2022, jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 secara nasional sebanyak 6.502.659 juta pasien. Kasus yang dinyatakan sembuh sebanyak 6.313.911 juta pasien. Dan pasien meninggal dunia berjumlah 158.695 ribu orang.*

Baca juga: Satgas: 19,43 persen lansia di Bangka telah divaksin penguat

Baca juga: Vaksin booster COVID-19 penting untuk kesehatan lansia