Paing Takhon, Pria Tertampan 2021 yang Lampaui V BTS

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta TC Candler tahun ini kembali mengumumkan 100 wajah tercantik dan tertampan dari berbagai belahan dunia. Sempat tuai pro kontra dalam penyelenggaraannya tahun lalu, nyatanya list tersebut tetap bikin penasaran di tahun ini.

Lisa BLACKPINK muncul sebagai nama perempuan tercantik mengalahkan Emilie Nereng, blogger asal Norwegia hingga Nancy Momoland. Sementara untuk versi tertampan, V BTS berada di urutan ketiga sebagai pria dengan wajah tertampan 2021.

Pemilik nama Kim Taehyung itu harus mengkui keunggulan pria bernama Paing Takhon. Ia adalah seorang model dan aktor ternama asal Myanmar yang memiliki wajah rupawan.

TERKAIT: Nominasi Wanita Tercantik 2020 versi TC Candler, Cinta Laura: Cantik Itu Subjektif

TERKAIT: Gaya Makeup 10 Urutan Teratas Perempuan Tercantik di Dunia, dari Lisa Blackpink Hingga Lyodra

TERKAIT: Lisa BLACKPINK Terpilih Jadi Wanita Tercantik di Dunia 2021

Multitalenta

Paing Takhon. (dok.Instagram @meanplan_2.w._i._s._h/https://www.instagram.com/p/CKIiWP8ALta/Henry)
Paing Takhon. (dok.Instagram @meanplan_2.w._i._s._h/https://www.instagram.com/p/CKIiWP8ALta/Henry)

Paing Takhon lahir pada 17 September 1996 dengan karier yang mencuat di dunia entertainment. Selain jadi model, ia juga membintangi beberapa film bahkan merilis karya musik.

Multitalenta dan punya fisik yang menunjang, tak heran jika namanya masuk sebagai artis populer di Myanmar. Namun Paing juga terlibat dalam sebuah pergerakan yang membawa perubahan besar dalam kariernya.

Jadi Biksu

Model Myanmar Paing Takhon sempat menghabiskan waktu selama 10 hari untuk menjadi biksu. (dok. Instagram @paing_takhon/https://www.instagram.com/p/CJ7Wl4MgeVJ/)
Model Myanmar Paing Takhon sempat menghabiskan waktu selama 10 hari untuk menjadi biksu. (dok. Instagram @paing_takhon/https://www.instagram.com/p/CJ7Wl4MgeVJ/)

Saat situasi Myanmar sedang tegang lantaran kudeta yang coba dilakukan masyarakatnya Paing Takhon jelas menunjukkan sikap. Ia mendukung kudeta melawan pemerintah dan sempat menjadi biksu selama 10 hari.

Tindakan itu membuatnya ditangkap polisi dan militer saat berada di Yangon. Bersama sejumlah protester lainnya, ia menghadapi dakwaan tiga tahun penjara karena dianggap menyebar ketakutan dan berita palsu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel