"Pak, bekerjalah dengan aman. Istri dan anakmu menunggu di rumah"

Seorang perempuan berpakaian kerja lapangan lengkap berbicara di hadapan ratusan pegawai kilang minyak tentang pentingnya keselamatan kerja.

Bekerja di kilang minyak memang memiliki risiko yang berbeda. Selain harus memiliki keterampilan teknis mumpuni, pekerja juga wajib tahu dan memahami ihwal keselamatan kerja.

Bagi Pertamina, keselamatan kerja merupakan bagian tak terpisahkan dari sukses mengelola kilang minyak sehingga menempuh beragam cara untuk menekan kasus kecelakaan kerja.

Dan, kali ini perusahaan pelat merah tersebut menghadirkan seorang istri dari karyawan mitra kerja untuk memberikan taklimat singkat tentang kesehatan dan keselamatan kerja proyek pemeliharaan (turn around) Kilang Balikpapan.

"Pak, bekerjalah dengan aman dan selamat. Kami, istri dan anakmu, menunggu di rumah," pesan Putri di hadapan ratusan pekerja, akhir pekan lalu. Putri adalah istri Rifo Suryo, karyawan kontraktor yang mendapat pekerjaan dari proyek-proyek perusahaan tersebut.

Banyak kontraktor yang mendapat pekerjaan dari proyek-proyek di kilang tersebut. Mereka mempekerjakan pegawai dengan beragam latar belakang budaya.

Kala membacakan pesan tersebut, Putri tampil selayaknya pekerja kilang. Ibu rumah tangga itu mengenakan wearpack biru laut, pakai helm putih, dan sepatu keselamatan, yang di ujung depannya berlapis besi, demi memberi perlindungan optimal bagian kaki sebagai penopang tubuh.

Busana terusan kemeja dan celana itu merupakan seragam yang didesain untuk keselamatan kerja, antara lain, untuk melindungi tubuh pekerja dari sengatan panas selama bekerja di kilang minyak.

Bagi Putri, suami pulang dengan aman dan selamat berarti kembali ke rumah dengan sehat dan utuh, baik fisik maupun mental. Tidak ada jari yang hilang, tidak ada pula trauma yang membekas, agar keesokan hari bisa kembali bekerja dengan penuh semangat.

Perempuan berkacamata itu menceritakan kegelisahannya bila ada kabar di media sosial tentang adanya kebakaran di kilang, apalagi kalau sampai ada korban.

“Sudah tidak karuan lagi perasaan ini. Cemas, takut, semua campur-aduk,” ucapnya.

Risiko bekerja di kilang memang beda dengan di dalam kantor. Salah satu yang mencolok, dengan alasan keselamatan, para pekerja tidak boleh membawa telepon seluler ke dalam area kilang. Handphone harus dititipkan atau disimpan di luar kilang.

Risiko

Karena sifat pekerjaan dan karakter lingkungannya, bahaya memang bisa mengancam siapa pun yang berada di kilang minyak, bahkan untuk sekadar jalan kaki di antara unit-unit pengolahan bahan bakar tersebut.

Karena itu untuk masuk dan berada di area kilang, apalagi kemudian bekerja di dalamnya, dibutuhkan pemahaman akan keselamatan dan peralatan pelindung yang harus digunakan pekerja.

“Itu yang harus kami ingatkan terus-menerus,” kata Ely Chandra Peranginangin dari bagian Humas Kilang Balikpapan

Sepatu keselamatan, helm, kacamata, sarung tangan, penyumbat telinga, hingga rompi, merupakan sebagian alat pelindung diri (APD) yang harus dipakai ketika berada di lingkungan kilang.

APD lain harus dipakai sesuai dengan jenis pekerjaannya, seperti topeng atau kacamata las bila akan mengelas, pelampung atau jaket keselamatan bila bekerja di air, dan harness seluruh tubuh lengkap dengan peralatan lainnya bila bekerja di ketinggian.

“Kalau (sifat) pekerjaannya harus pakai peralatan APD, mohon dipakai ya, Pak. Tidak apa-apa ribet, yang penting terlindungi. Insya Allah bisa pulang sehat dan selamat,” kata Putri mengingatkan lagi.

Pada tahun 2022, tercatat terjadi beberapa kali kecelakaan kerja di kilang tersebut. Terakhir pada pertengahan Mei lampau. Karena ledakan di Plant 5, seorang pekerja meninggal dan lima pegawai harus menjalani perawatan di rumah sakit karena luka bakar.

Tentang kehadiran Putri dan berbicara di hadapan ratusan pekerja, itu merupakan ikhtiar tiada henti BUMN di bidang migas tersebut untuk terus menumbuhkan kesadaran pentingnya menerapkan prinsip-prinsip kesehatan dan keselamatan dalam setiap aktivitas pekerjaan.

Semua orang yang terlibat dalam program kerja di kilang tersebut sejatinya memiliki niat bekerja untuk orang-orang yang mereka cintai. Untuk istri, suami, dan anak-anaknya. Semua itu adalah keluarga yang sedang mereka perjuangkan demi kehidupan yang lebih baik.

Oleh karena itu jika sampai abai dan lalai, lalu terjadi hal-hal berdampak buruk, keluarga juga ikut menjadi korban. Kadang tidak hanya keluarga dari pihak yang lalai, tapi juga keluarga lain, apakah keluarga dari rekan kerja atau keluarga orang lain, yang karena suatu hal terlibat dalam kejadian.

Dalam insiden kebakaran, misalnya, banyak pihak yang terlibat dalam upaya pemadaman. Dan, untuk itu mereka semua turut mengambil risiko. Semua, yang karena tugas dan kewajibannya turut mengambil risiko itu, juga punya keluarga.

Selain taklimat untuk mengingatkan betapa pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja untuk memastikan pemeliharaan dan perawatan kilang berlangsung dengan aman dan selamat, setiap pekerja juga wajib menjalani pemeriksaan kesehatan.

Pekerja senantiasa dicek tekanan darahnya. Dari tekanan darah ini sering diketahui ada pekerja yang tidak cukup istirahat sehingga kemampuannya untuk bekerja maksimal bisa terganggu. Ada perlakuan dan prosedur sendiri bagi bagi pekerja yang tekanan darahnya kurang normal.

Demi keselamatan kerja pula, sebelum memulai tugas juga ada tool box meeting atau taklimat berisi penjelasan aktivitas yang akan dilakukan, tantangan dan hambatan, capaian pekerjaan, serta risiko dalam pekerjaan.

Sebelum pengelasan di dekat pipa yang mengalirkan minyak mentah, misalnya, perlu ada rencana jelas bagaimana pekerjaan pengelasan dilakukan dan bagaimana prosedur keselamatan kerja yang harus dilakukan.

Selain itu, juga ada petugas keselamatan (safety officer) yang terus berkeliling melakukan monitoring dan pengawasan serta mengingatkan para pekerja untuk selalu ingat dan patuh pada aturan kesehatan dan keselamatan kerja.

Perusahaan selalu menekankan jangan ada kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan jam kerja. Lebih dari itu, jangan ada lagi kecelakaan yang membuat pekerja cedera, apalagi sampai meninggal dunia.

Sungguh bukan target yang sederhana. Butuh kecermatan tinggi sejak dari perencanaan hingga pelaksanaan kerja di kilang demi keselamatan bersama.

Di situlah kehadiran Putri di kilang memiliki makna lebih. Pekerja pulang dengan selamat merupakan anugerah bagi orang-orang tercinta yang setia menunggu di rumah.

Putri R. Suryo memberikan taklimat keselamatan kerja. ANTARA/HO-Kilang Bpn
Putri R. Suryo memberikan taklimat keselamatan kerja. ANTARA/HO-Kilang Bpn

*