Pak HartoTersenyum Meriahkan Pemilihan Wali Kota Makassar

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Poster besar mantan Presiden RI, Soeharto, yang tersenyum terpampang di baliho salah satu pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar.

Baliho ini cukup mencolok diletakan di tepi Jl Masjid Raya, samping  Al Markaz Al Islami, masjid terbesar di Makassar.

Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar berlangsung seru. Ada 10 pasangan yang akan bertarung, sebagian besar dari mereka bahkan baru dikenal setelah tiba masa pilwali.

Sebagian warga Makassar kesulitan menghafal nama-nama para calon.

Wajah-wajah para calon memang menghiasi hampir seluruh tempat di kota ini tapi sebagian warga sudah letih melihat foto-foto dan poster para politisi yang ditempel di pohon, di tepi jalan, bahkan di alang-alang tepi jalan.

Coblosan akan dilakukan 18 September 2013, dua bulan lagi, untuk mencari pengganti Ilham Arief Sirajuddin, wali kota dua periode.

Waktu sosialisasi yang terbatas memaksa para calon pintar-pintar mencari jalan pintas agar segera dikenal oleh lebih satu juta pemilih di ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan ini.

Untuk menarik perhatian pemilih itulah, ada calon yang memasang gambar diri Pak Harto.

Ada calon yang coba mendatangkan legenda hidup sepak bola dunia, Maradona, namun gagal.

Ada pula calon yang menjanjikan --entah bagaimana caranya: listrik gratis jika mereka terpilih.

Inilah 10 pasangan calon yang bertarung di Pilwali Makassar:

1. Herman Handoko-Abd Latief Bafadal

2. Erwin Kallo-Hasbi Ali

3. Rusdin Abdullah-Idris Patarai

4. Muhyina Muin-Syaiful Saleh

5. Supomo Guntur-Kadir Halid

6. Danny Pomanto-Syamsu Rizal

7. Irman Yasin Limpo-Busra Abdullah

8. Tamsil Linrung-Das'ad Latief

9. Adil Patu-Isradi Zainal

10. Apiaty Amin Syam-Zulkifli Gani Otto.(*)

Baca Juga:

Tetap Jalankan Agenda Politik

Busrah Prihatin Perusda Makassar

Kapolda Sulsel: Saya Kapolda Pilkada

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.