Pak Kades Diduga Hamili Sepupu

Laporan Wartawan Surya, Hanif Manshuri

TRIBUNNEWS.COM, LAMONGAN – Camat Turi, Yunan Ahmadi bersama anggota muspika disibukkan mencari kebenaran dengan santernya informasi, dugaan Kades Kemlagilor, Lamongan yang bernama Sholikin telah menghamili adik sepupunya sendiri, berinisial Wn (26).

Langkah nyata untuk menguak informasi itu telah dilakukan Camat Turi Yunan Ahmadi  pada Kamis (10/01/2013) siang dengan melakukan pertemuan bersama anggota muspika, perangkat desa Kemlagilor di Kantor Kecamatan. Sayangnya langkah camat ini tidak boleh diabadikan oleh awak pers yang hendak mengambil gambar di ruang rapat.  

“Ini masih membahas adanya isu di masyarakat, tapi soal benar atau tidak saya juga harus memanggil pak kades dulu. Bisa saja itu hanya dihembuskan oleh sebagian masyarakat. Jadi belum ada kesimpulan apa–apa, baru sebatas membahas isunya masyarakat,”kata Yunan kepada Surya (grup Tribunnews.com).

Meski diakui camat  baru sebatas mencari solusi, namun sebagian warga telah menunjukkan aksinya dengan mendatangi Kantor Kecamatan Turi. Mereka  menuntut kadesnya untuk segera meletakkan jabatannya. Warga menganggap sudah  tidak layak lagi memimpin karena diduga telah melakukan tindakan asusila.

Masalah ini masih sangat sulit dibuktikan, apalagi status Wn itu janda. Yang bisa memastikan tindak asusila itu terjadi jika keduanya mengakui.”Tapi lebih tepat kebenaran secara medis dengan tes DNA setelah anak itu lahir,” kata Yunan.
 
M Abdul Karnen, Seketaris Desa Kemelagilor yang juga korlap aksi, mengaku kedatangannya ke kantor kecamatan untuk menyampaikan aspirasi agar camat bisa mengambil sanksi tegas terhadap kades.”Intinya supaya dipecat karena sudah tidak bisa ditauladani,”kata Kurnen.

Informasi yang dihimpun Surya menyebutkan, dugaan akibat ulah sang kades, Wn (26) kini tengah hamil empat bulan. Menurut Tasripan (40) warga Kemlagilor, Sholikin tidak berada di tempat sejak sepekan ini. Surya yang menghubungi ponsel kades tidak aktif. Menurut Camat Yunan, kemungkinan nomornya ganti, soalnya saat ia menghubungi juga tidak aktif

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.