Pak Wiranto Lihatlah, Tunggal Putri RI Babak Belur Lagi di China Open

Bayu Adi Wicaksono

VIVA – Pasukan tunggal putri Susi Susanti babak belur di turnamen BWF Super 1000, China Open 2019. Dua pemain yang diterjunkan harus angkat kaki dari negeri panda.

Di turnamen berhadiah total 1.000.000 Dolar Amerika Serikat ini, ada  dua tunggal putri, yakni Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani. Namun keduanya telah tersingkir.

Gregoria merupakan pemain pertama yang tersingkir dari turnamen ini, Jorji dihabisi pemain ratu bulutangkis Amerika Serikat, Beiwen Zhang di babak 32 besar. Dia dikalahkan dalam duel yang berkesudahan dengan poin 14-21, 21-19 dan 21-16.

Nasib yang sama dialami Fitriani. Juara Thailand Masters 2019 ini juga dipaksa angkat kaki dari China. Fitriani dikalahkan tunggal putri Korea Selatan, Kim Ga Eun.

Dalam duel yang dilangsungkan di  Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, China, Rabu siang 18 September 2019. Duel berlangsung dalam rubbergame dengan angka 12-21, 21-12 dan 21-13.

Apa yang dialami dua tunggal putri RI ini layak sekira jadi cambuk berarti bagi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia. Pak Wiranto sebagai Ketua Umum PBSI harus melihat kenyataan ini.

Sebab, sejak turnamen ini pertama kali digelar pada 1986, tak seorang pun tunggal putri RI yang bisa naik podium juara.

Yang pasti ini bukan sebuah kutukan bagi armada tunggal putri RI. Tapi memang ada yang salah dengan pembinaan tunggal putri kita. Lihat saja, negara sekelas India saja sudah pernah dua kali menjuarai China Open. Melalui Saina Nehwal pada 2014 dan Pusarla V Sindhu di China Open 2016.

Baca: Ratu Bulutangkis India Dipecundangi Ranking 18 Dunia di China Open