Pakai Baju Dinas Harian, Anies Penuhi Panggilan KPK Terkait Formula E

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, terkait dugaan korupsi dalam penyelenggaraan Formula E di Jakarta. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Dalam pantauan merdeka.com, Rabu (7/9) Anies tiba pada pukul 9.26 WIB. Anies terlihat mengenakan baju dinas harian atau PDH berwarna putih panjang dipadukan dengan celana hitam panjang. Anies datang sendiri membawa map biru tanpa didampingi oleh ajudannya.

"Terima kasih saya cukup naik dulu," kata Anies singkat.

Kemudian Anies terlihat sedang mengisi buku tamu dan mengikuti arahan dari KPK.

Sebelumnya, Anies mengatakan akan menjelaskan secara rinci kepada KPK terkait Formula E. "InsyaAllah saya akan datang dan akan membantu untuk bisa menyatu semua menjadi jelas. Hanya memberi keterangan, terkait Formula E," kata Anies Baswedan kepada wartawan, Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Selasa (6/9).

Anies mengaku tidak ada persiapan khusus untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK. "Ya datang saja, enggak ada persiapan khusus," ujarnya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan penyelidikan kasus dugaan korupsi ajang balap mobil listrik Formula E oleh PT. Jakarta Propertindo (Jakpro) belum dihentikan. Penyelidikan kasus tersebut masih berjalan.

"Belum disetop (kasusnya)," ujar Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (31/8).

Ali mengatakan tim penyelidik masih mengumpulkan barang bukti dan keterangan dari para saksi dalam kasus ini. Ali memastikan penyelidikan kasus ini berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.

"Sejauh ini masih (dilakukan pendalaman perkara)," kata Ali.

Diberitakan, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menggelontorkan uang ratusan miliar rupiah untuk penyelenggaraan ajang Formula E hingga tiga tahun ke depan.

"Saat ini sudah ada pembayaran Rp560 miliar untuk penyelenggaraan selama tiga tahun ke depan, 2022, 2023, 2024 dan itu melampaui periode Gubernur DKI (Anies Baswedan) saat ini yang berakhir September 2022," ujar Alex, Rabu (27/4).

Reporter Magang: Syifa Annisa [eko]