Pakai Cara Ini Dijamin Beli HP Bekas Anti Tipu-tipu

Merdeka.com - Merdeka.com - Membeli smartphone atau HP bekas merupakan alternatif bagi segelintir orang yang ingin meng-upgrade perangkat. Tak jarang pula membeli HP bekas yang flagship. Namun, membeli HP bekas bukanlah tanpa risiko.

HP bekas tampaknya lebih rentan dihadapkan dengan penipuan atau jenis kejahatan lainnya. Oleh sebab itu, kalau kamu ingin beli HP bekas, yuk simak dulu tips membeli HP seken anti ketipu menurut pengamat gadget Lucky Sebastian:

Pastikan Body HP Mulus

Kalau membeli secara offline dan unit bisa kita pegang, perhatikan bagian fisik, apakah masih mulus, tidak ada deformasi bentuk, tombol-tombol bisa ditekan, tidak ada bagian yang kembung di belakang, dan tidak ada perubahan warna. Layar sebisa mungkin mulus, tanpa ada retakan atau goresan dalam. Hal ini bisa menunjukkan bagaimana pengguna HP sebelumnya menggunakan unit tersebut, apakah dengan baik dan berhati-hati atau seenaknya. Deformasi bentuk seperti dent, kentop, sebaiknya dihindari karena kemungkinan HP pernah jatuh atau terbentur keras. Apabila membeli online, mintalah foto dari berbagai sisi atau pilih penjual yang menampilkan foto HP asli, bukan foto produk marketing.

Tes Fungsi Hardware

Fungsi-fungsi hardware HP sebaiknya dites, kebanyakan HP bisa dites dengan menekan tombol #0# di bagian telepon dan tekan tombol ok. Ini akan mengetes bagian, misalnya apakah ada dead pixel pada layar, reaksi terhadap sentuhan jari, serta kualitas speaker dan microphone. Selain itu, pengetesan bisa juga menggunakan aplikasi yang banyak tersedia di toko aplikasi.

Utamakan yang Masih Bergaransi

Kalau memungkinkan, belilah HP yang masih ada garansi dan nota pembeliannya. Pastikan lengkap dengan box asli yang sesuai nomor IMEI dan serial numbernya, serta kelengkapan asesoris bawaannya. Ini membantu kita mendapatkan barang yang memang resmi dimiliki penjual, jangan sampai kita membeli HP hasil kejahatan, misalnya hasil curian, yang berpotensi membuat kita perlu berurusan dengan pihak berwajib suatu saat, atau yang unitnya bisa terblokir. Garansi membantu apabila saat digunakan ternyata ada masalah dan bisa segera diklaim perbaikannya di service center resmi.

Beli Unit Resmi

Belilah unit yang resmi dijual di Indonesia, kecuali jika kita menginginkan HP yang memang tidak dijual di Indonesia. Karena negara kita sudah menerapkan batasan IMEI, jadi pastikan nomor IMEI nya terdaftar di situs imei.kemenperin.go.id agar tidak mendapat unit yang bisa terblokir suatu saat.

Hindari Membeli HP yang Sudah Jadul

Sebisa mungkin jangan membeli HP yang umurnya sudah terlalu lama dari waktu rilis. Ini demi menghindari baterai yang sudah terlalu lemah, jika belum pernah diganti resmi, atau OS yang tidak lagi ada update, sehingga memungkinkan beberapa aplikasi penting yang kita perlukan tidak bisa berjalan lagi di OS tersebut dan juga menyangkut sisi keamanan device.

Perhatikan Harga, Sesuaikan dengan Budget

Saat ini, kita bisa mengecek ancar-ancar harga device second hand dengan mudah di e-commerce. Jangan tergiur atau ekstra hati-hati lah dengan barang yang dijual terlalu murah. Kenali device dengan benar, jangan sampai mendapat seri knock off atau tiruan, dan pastikan terhindar dari penipuan.

Minta Jaminan dari Penjual

Mintalah personal guarantee untuk antisipasi jika ada masalah dalam waktu terbatas saat HP second tersebut kita gunakan. Pada pembelian online, simpan lah chat jual-beli tersebut untuk pembuktian jika suatu saat dibutuhkan.

Nah, demikianlah 7 tips membeli HP bekas dari Lucky Sebastian untuk kita semua. Ingat lah selalu untuk mengutamakan orisinalitas perangkat, jangan sampai ditipu dan memakai perangkat palsu. Kenali baik-baik HP yang ingin kamu beli, dan nikmati pengalaman memakai HP impianmu itu.

Reporter: Dinda Khansa Berlian [faz]