Pakai Drive Thru, Walkot Bobby Targetkan 1.000 Orang Divaksin Per Hari

Raden Jihad Akbar, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Kota Medan menggelar simulasi Vaksinisasi COVID-19 dengan menerapkan pelayanan ?Layanan Tanpa Turun (Lantatur) atau drive thru. Vaksinasi itu yang dilaksanakan di Landasan Udara (Lanud) Soewondo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa 6 April 2021.

Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution mengungkapkan, program vaksinisasi massal ini ditargetkan 1.000 orang per hari. Untuk simulasi hari ini, dengan melibatkan 70 orang untuk dilakukan vaksin.

Baca juga: Mendag Lutfi Kecewa Lihat Kondisi Fase VII Pasar Raya Padang

“Drive-thru aalah sesuatu yang baru di Kota medan. Kita banyak di-support. Target kita 1.000 per hari tercapai,” ungkap Bobby Nasution kepada wartawan, disela-sela peninjau di eks Bandara Polonia, Kota Medan itu.

Melalui kegiatan ini, menantu Presiden Joko Widodo mengharapkan program vaksinisasi yang tengah digalakan Pemerintah Pusat dapat segera terlaksanakan dengan baik di Kota Medan ini.

“Target kita sampai berbulan-bulan. Kita lihat juga kemampuan vaksin kita ke depan. Tapi kalau memang ini bisa kita masifkan, masyarakat banyak berdatangan. Kita buka se-masih ramainya masyarakat, dan semasih cukupnya vaksin dari Pemko Medan,” tutur Bobby.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadis) Kota Medan, Edwin Effendi menjelaskan untuk vaksin di Kota Medan masih terbatas. Namun, keterbatasan itu, ia tidak membeberkan secara detail.?

“Capaian (vaksinasi) baru sekitar 10 persen. Jadi cakupan kita 10 persen. Sesuai ketersediaan vaksin yang ada. Mudah-mudahan ke depan, bisa mendapat kecukupan vaksin,” jelas Edwin.

Peserta simulasi, Rosmeri Tarigan (53), mengaku bersyukur ikut dalam program vaksinisasi drive thru di Kota Medan digelar Pemko Medan. Dengan begitu, diharapkan dapat menekan penyebaran COVID-19.

“Guru swasta sampai saat ini belum ada tanda-tanda vaksinasi. Jadi guru swasta menunggu. Tapi ini bersyukur bisa divaksin,” sebut Rosmeri.

Dia mengatakan, sehari-hari bekerja sebagai guru ?Taman Kanak-kanak (TK) Swasta di Kota Medan. Ia berharap Pemko Medan dapat memprioritaskan guru untuk divaksin. Dengan tujuan, dapat melaksanakan belajar tatap muka.

“Serba susah, kalau guru belum divaksin dan anak-anaknya belum divaksin, yah daring dulu,” kata Rosmeri.