Pakai Fitur Ini, Hasil Keringat Content Creator Gak Bisa Dibajak

Lazuardhi Utama, Novina Putri Bestari
·Bacaan 2 menit

VIVA – Penerapan Blockchain dan fitur Fingerprint Combat sebagai basis teknologi yang tersemat di aplikasi Hyppe berfungsi untuk mencatat data berdasarkan jaringan peer-to-peer yang terdesentralisasi, serta melindungi konten dari pembajakan.

Basis kedua teknologi ini membuka peluang besar bagi para pembuat konten atau content creator untuk melindungi karya mereka. Proses pembuatan karya tidaklah mudah bagi seorang content creator, bahkan yang berpengalaman sekali pun. Bermula dari memikirkan konsep hingga melakukan riset yang akhirnya dapat menciptakan suatu bentuk karya.

Baca: Nasib TikTok Digantung, Content Creator Ajukan Banding

Dengan semakin tingginya kebutuhan materi kreativitas di masyarakat luas, sering terjadi pembajakan konten dari sesama content creator sampai masyarakat umum. Bahkan juga pernah dilakukan oleh beberapa instansi besar, yang notabene mampu membeli karya.

Namun, karena anggapan publik yang menganggap pembajakan adalah hal yang umum di dunia digital, sekaligus didukung dengan kemudahan untuk melakukannya, maka oknum-oknum ini tidak takut untuk mempraktikkan pembajakan tersebut.

"Terlihat betapa pentingnya untuk seorang content creator untuk memiliki proteksi akan karya yang sudah mereka buat," ungkap Chief Strategic Officer PT Hyppe Teknologi Indonesia, Magin M, Rabu, 18 November 2020.

Oleh karena itulah, aplikasi Hyppe menggandeng third party server, yaitu Blockchain dan Fingerprint Combat. Menurutnya, Blockchain memiliki peran sebagai security layer yang berfungsi untuk melindungi setiap konten dari pembajakan yang ada, sehingga memberikan transparansi yang jauh lebih baik, karena sifatnya yang immutable atau tidak bisa diubah.

Dengan tambahan fitur Fingerprint Combat yang melindungi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dari sebuah konten digital yang dienkripsi, sehingga tidak dapat dibajak. Selain sebagai aplikasi media sosial, Hyppe memastikan bahwa setiap penggunanya, baik pengguna maupun content creator, dapat menikmati kredit partispasi dari algoritma iklan perusahaan yang diperoleh.

Hyppe juga merupakan sharing economy platform bagi seluruh pihak yang terlibat langsung dalam aplikasi ini. Selain content creator, pengguna aplikasi atau penonton setia konten-konten yang ada, tidak luput dari kesempatan untuk mendapatkan penghasilan juga.

Pengguna akan mendapat penghasilan hanya dengan melihat konten dan iklan sponsor di dalam aplikasi Hyppe, yang nantinya akan hadir dalam bentuk HyppePoints di akun masing-masing. HyppePoints ini dapat dicairkan dalam bentuk tunai dan nontunai.

Lantas, bagaimana untuk pengiklan atau advertiser? Magin menegaskan jika Hyppe menyediakan fitur yang dirancang untuk kebutuhan bisnis platform digital pertama dan memiliki 10 fitur dalam satu media sosial saja.

Selain itu, advertiser dapat mengatur iklan untuk tayang sesuai dengan segmentasi target audience masing-masing, sehingga membuka peluang yang sangat besar untuk membangun brand awareness.

"Untuk efektivitas biaya pengiklan, pihak advertiser dapat memilih pengaturannya sendiri atas setiap aspek pengiklanan di dalam aplikasi Hyppe. Dengan begitu bujet promosi akan lebih rendah dibanding platform lainnya," jelas Magin.