Pakai Helm Half Face Ternyata Risikonya Cukup Tinggi

Krisna Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Jenis helm yang dijual di Indonesia bermacam-macam, mulai dari yang hanya melindungi bagian kepala atas saja hingga penuh sampai ke bagian depan.

Dari jenis-jenis yang ada, helm half face menjadi yang paling banyak disukai. Bahkan, model pelindung kepala ini juga dijadikan sebagai bonus untuk pembelian beberapa tipe sepeda motor.

Ada beberapa alasan, mengapa helm yang melindungi kepala mulai dari bagian atas hingga samping ini begitu laris. Mulai dari terasa ringan saat dikenakan, hingga pengendara bisa bernapas dengan lebih lega.

Pengguna helm half face juga bisa merasakan sejuknya angin saat berkendara, alhasil tidak mudah berkeringat. Namun, ternyata perlindungan yang diberikan terbilang tidak memadai.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Hondacommunity, Jumat 12 Maret 2021, bagian kepala yang biasa mengalami benturan ketika kecelakaan dari hasil pengujian, yaitu bagian dagu sebesar 34,6 persen. Sementara, bagian dahi berada di peringkat kedua dengan angka 18,3 persen.

Artinya, ketika mengalami kecelakaan maka bagian dagu pengguna helm half face menjadi anggota tubuh yang cukup sering mengalami luka. Benturan bisa membuat kerusakan pada bagian rahang dan gigi.

Berbeda dengan helm jenis full face, yang menawarkan perlindungan menyeluruh mulai dari atas, samping hingga depan.

Namun, pengguna helm tipe ini juga bisa mengalami risiko yang sama jika tali pengencang tidak dipasang dengan sempurna. Helm dapat lepas saat terjatuh, sehingga tidak ada pelindung untuk seluruh bagian kepala.