Pakai Kebaya Ternyata Ada Etikanya, Apa Saja?

Liputan6.com, Jakarta - Kebaya merupakan salah satu pakaian warisan leluhur. Meski secara fisik semata selembar kain, kebaya memiliki makna yang mendalam. Bentuk sederhana dari kebaya sendiri melambangkan bersahajanya masyarakat Indonesia.

Perempuan yang mengenakan kebaya sudah seharusnya memperhatikan etika dan estetika dalam penggunaannya. Pasal, banyak orang yang tidak mengetahui aturan dasar saat mengenakan salah satu pakaian tradisional tersebut.

Dalam perayaan hari ulang tahun ke-5 pada Sabtu, 7 Desember 2019, komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) menyelenggarakan talkshow bertajuk “Etika dan Estetika dalam Berkebaya”.

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengenakan kebaya.

1. Cara Menggunakan Kipas

Berdasarkan penjelasan Mumu, salah seorang anggota PBI, saat berkebaya, kipas harus diletakkan di bawah payudara. Cara mengipasnya pun tidak boleh cepat, tetapi harus pelan dan anggun. 

2. Duduk dan Berdiri

Saat mengenakan kebaya, Anda harus duduk secara pelan-pelan dan manis. Pertama, angkat kain bagian depan dan dekatkan kaki ke kursi, kemudian duduk dan memundurkan badan secara perlahan. Saat berdiri, Anda lebih dulu memajukan badan, kemudian berdiri secara perlahan.

3. Pemilihan Sepatu

Ilustrasi sepatu yang sebaiknya digunakan saat mengenakan kebaya. (dok. StockSnap/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Penggunaan sepatu pun tidak boleh sembarangan. Saat mengenakan kebaya, tidak disarankan untuk mengenakan sepatu atau sandal yang rata. Namun, jangan khawatir Anda akan kesusahan saat beraktivitas. Sebab, menurut Mumu, Anda tetap diperbolehkan memakai sepatu berhak tidak terlalu tinggi.

4. Rok Harus Tertutup

Kain yang sering digunakan sebagai rok dalam penggunaan kebaya adalah batik atau songket. Penggunaan rok yang benar, yakni tertutup hingga mata kaki. Jika zaman sekarang mulai bermunculan kebaya dengan rok terbelah, menurutnya itu perkembangan fesyen saja. 

5. Perilaku Saat Makan

Penjelasan Mumu mengenai etika mengenakan kebaya saat makan tidak jauh berbeda dengan tata cara makan pada umumnya. Saat mengenakan kebaya, tingkah Anda di depan makanan tetap harus anggun.

Saat mengantre di depan makanan, ambil menu yang terdekat dari diri Anda. Mumu pun menjelaskan cara mengaduk teh yang benar, yaitu bukan dengan memutarnya searah jarum jam, tetapi dengan menggerakkan secara perlahan ke depan dan belakang. (Tri Ayu Lutfiani)

 

Simak Video Pilihan Berikut Ini: