Pakar Dorong Pemerintah Ungkap Hasil Lab 15 Kasus Hepatitis Akut

Merdeka.com - Merdeka.com - Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama mendorong pemerintah untuk mengungkap lebih detail kondisi 15 kasus Hepatitis akut di Indonesia. Dia juga meminta pemerintah menjelaskan status kasus tersebut.

"Akan baik kalau dijelaskan yang 15 kasus itu apakah termasuk klasifikasi WHO probable, epi linked atau masih pending," katanya kepada merdeka.com, Selasa (10/5).

Menurut mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes Kemenkes ini, pemerintah perlu membuka hasil pemeriksaan virus Hepatitis A sampai E terhadap 15 pasien itu.

"Tentu akan lebih baik lagi kalau dari 15 kasus itu disampaikan juga informasi hasil laboratorium virus lain, seperti SARS-CoV-2, Adenovirus, Ebstein Bar, Influenza atau mungkin juga toksin, ada tidaknya autoimun, dan lain-lain," ujarnya.

15 Suspek Hepatitis Akut di RI

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada 15 kasus Hepatitis akut di Indonesia yang sedang dilakukan proses investigasi. Tiga kasus Hepatitis akut di Indonesia di laporkan empat hari usai pengumuman Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada 23 April 2022.

"Sampai sekarang di Indonesia ada 15 kasus (suspek). Di dunia paling besar di Inggris 115 kasus, Italia, Spanyol dan Amerika Serikat," kata Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan keterangan pers secara virtual yang diikuti dari YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta dilansir Antara, Senin (9/5) sore.

Pada 27 April 2022, kata Budi, Indonesia menindaklanjuti pernyataan KLB tersebut dengan membuat surat edaran agar semua rumah sakit dan dinas kesehatan di setiap daerah melakukan survailens kasus tersebut.

"30 April Singapura umumkan kasus yang pertama dan sampai sekarang di Indonesia ada 15 kasus," katanya.

Baru-baru ini, Budi telah berkoordinasi dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control/CDC) Amerika Serikat dan Inggris terkait situasi itu. Disimpulkan, belum bisa dipastikan virus apa yang 100 persen sebabkan Hepatitis akut pada anak di bawah usia 16 tahun.

"Sekarang penelitian sedang dilakukan bersama oleh Indonesia dan WHO serta Amerika dan Inggris untuk deteksi cepat," katanya.

Budi mengatakan kemungkinan virus yang diduga berkaitan dengan Hepatitis akut adalah Adenovirus strain 41.

"Tapi ada juga banyak kasus yang tidak ada kasus Adenovirus strain 41 ini," ujarnya. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel