Pakar Epidemiologi Beberkan Syarat Penting Memasuki New Normal

Eko Priliawito

VIVA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) merencanakan untuk menerapkan new normal dengan mempersiapkan sejumlah perangkat untuk melaksanakan kebijakan ini. Kebijakan yang bakal dimulai di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota secara bertahap, tergantung wilayah masing-masing.

Saat diberlakukan pada awal Juni nanti, sejumlah sarana publik seperti pusat perbelanjaan akan kembali dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pemerintah juga menerjukan aparat gabungan TNI dan Polri untuk memastikan masyarakat mengikuti protokol kesehatan tersebut. Karena itu sejumlah syarat tetap harus diikuti. Pakar epidemiologi Wiku Adisasmito membeberkan, ada tiga syarat penting saat penerapan pola hidup yang baru atau new normal ini. 

"Dalam menentukan suatu keadaan suatu daerah, kita perlu mengetahui tentang kondisinya. Seperti rekomendasi dari WHO, setiap negara perlu menetapkan sebuah indikator kesehatan masyarakat, untuk menentukan apakah daerah itu siap untuk melakukan kegiatan aktivitas sosial ekonomi," katanya. 

Pertama dari tiga aspek utama dari kesehatan masyarakat itu adalah gambaran epidemiologi, lalu surveilen kesehatan masyarakat dan ketiga adalah pelayanan kesehatan.

"Epidemiologi ada misalnya kita harus melihat jumlah penurunan jumlah kasus. Ini selama dua minggu sejak puncak terakhir. Ini gambaran setiap daerah meski berbeda," katanya.

Baca juga: Indonesia Masih Darurat COVID-19 Meski Terapkan New Normal

Lebih lengkap lihat penjelasan Wiku Adisasmito dalam video di bawah ini.