Pakar Ingatkan Kasus Covid-19 RI Sudah Rendah, Jangan Sampai Naik Lagi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Guru Besar di Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Tjandra Yoga Aditama mengatakan, kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah cukup rendah.

Menurut dia, tugas bersama selanjutnya adalah bagaimana menjaga kasus Covid-19 di Indonesia tidak naik lagi.

"Yang perlu dilakukan adalah menjaga agar jangan sampai naik lagi. Kita lihat pengalaman banyak negara yang angkanya sudah cukup lama rendah, tapi memang ada juga yang naik lagi," ujar Tjandra Yoga Aditama Minggu (3/10/2021).

Dia memaparkan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah kenaikan kasus Covid-19. Salah satunya dengan mengurangi jumlah orang yang menularkan Covid-19. Keberadaan orang yang positif Covid-19 harus diketahui walau tanpa gejala.

"Untuk ini harus dilakukan tes, telusur, dan terapi serta isolasi secara maksimal," terang Tjandra.

Cara lainnya untuk mencegah kenaikan kasus, lanjut dia, dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan pakai sabun.

"Kalau seseorang positif Covid-19 tapi dia pakai masker dan menjaga jarak, tentu kemungkinan menularkan penyakit menjadi lebih kecil, walaupun seharusnya tentu diisolasi dan dikarantina," kata Tjandra.

Selain itu, perlu membatasi moda dan cara penularan dengan tetap menjaga ketat 3 M yang jelas-jelas berperan amat penting dalam menurunkan kemungkinan tertular.

"Jadi harus terus diterapkan secara ketat dan nampaknya masih akan kita lakukan dalam jangka waktu panjang," papar Tjandra.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Perhatikan PPKM dan Vaksinasi Covid-19

Dalam rangka mendukung pemerataan vaksinasi dan menyambut PON XX Papua, cakupan vaksinasi covid-19 capai 54.338 dosis. (dok. Yayasan Tunas Bakti Nusantara).
Dalam rangka mendukung pemerataan vaksinasi dan menyambut PON XX Papua, cakupan vaksinasi covid-19 capai 54.338 dosis. (dok. Yayasan Tunas Bakti Nusantara).

Kemudian, menurut Tjandra, perlu pelonggaran PPKM secara bertahap dan berhati-hati dengan memprioritaskan aspek perlindungan kesehatan masyarakat.

"Meningkatkan daya proteksi orang yang akan mungkin tertular dengan dua cara, yakni vaksinasi dan berperilaku hidup bersih dan sehat dengan menerapkan cek kesehatan berkala, enyahkan asap rokok dan kebiasaan tidak sehat lainnya, rajin berolahraga, diet yang baik dan seimbang, istirahat yang cukup dan kelola stres," terang dia.

Adapun upaya lainnya yang harus dilakukan untuk mencegah kasus Covid-19 kembali meningkat dengan mengamati secara ketat perkembangan data secara seksama dari waktu ke waktu.

Dari hasil pengamatan data, kata Tjandra, pemerintah bisa menentukan apakah perlu menerapkan kebijakan PPKM secara ketat atau tidak.

"Pengalaman yang lalu menunjukkan jumlah kasus baru kita pernah di bawah sekitar 2.500, lalu secara terus naik sampai 10 kali lipat menjadi 27 ribu pada 3 Juli 2021, baru diterapkan PPKM darurat," ucap dia.

Menurut Tjandra, ke depan pengetatan kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat tidak perlu menunggu kenaikan kasus sampai 10 kali lipat.

"Mungkin dua atau tiga kali peningkatan saja atau maksimal lima kali peningkatan, pembatasan sosial sudah harus amat diperketat lagi," papar mantan Direktur WHO Asia Tenggara ini.

Mengenai ancaman terjadinya gelombang ketiga pada akhir tahun, dia menjelaskan, pada dasarnya kasus Covid-19 bisa meningkat jika ada banyak pengumpulan orang yang tidak terkendali.

"Seperti pengalaman kita sebelum-sebelum ini dan juga pengalaman negara-negara lain," pungkas Tjandra.

5 Gejala Sakit Kepala Akibat Covid-19

Infografis 5 Gejala Sakit Kepala Akibat Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 5 Gejala Sakit Kepala Akibat Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel