Pakar Jelaskan Omicron BA.4 dan BA.5 Cepat Menular, Tapi Tak Sebabkan Penyakit Berat

Merdeka.com - Merdeka.com - Delapan kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 tercatat ada di Indonesia. Empat ditemukan di Bali, sisanya di DKI Jakarta.

Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama mengatakan, ada tiga subvarian Omicron yang sedang meningkat di dunia. Rinciannya, BA.2.12.1, BA.5, dan BA.4.

Dari ketiga subvarian tersebut, BA.2.12.1 paling banyak ditemui. Data sementara, 53 negara sudah melaporkan BA.2.12.1 dan diduga menjadi penyebab kenaikan kasus Covid-19.

"Sementara itu subvarian BA.5 ditemukan di 47 negara dan BA.4 dideteksi di 42 negara. Jadi lebih sedikit dari BA.2.12.1," kata Tjandra kepada merdeka.com, Senin (13/6).

Dampak

Menurut Tjandra, ketiga subvarian Omicron ini memiliki mutasi pada spike L452R. Ada dua dampak dari mutasi spike L452R. Pertama, terjadi peningkatan risiko penularan. Kedua, bisa menimbulkan immune escape.

"Immune escape antara lain ditandai dengan masih tetap dapat tertular walaupun sudah divaksinasi lengkap," ujar dia.

Kabar gembiranya, kata Tjandra, sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan tiga subvarian Omicron tersebut menyebabkan penyakit menjadi berat.

"Walaupun memang lebih mudah menular," ucap mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara ini.

Sesak Napas

Sementara itu, Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Erlina Burhan mengatakan, dari seluruh pasien, satu di antaranya mengeluhkan sesak napas. Sementara sisanya mengalami gejala Covid-19 ringan.

Pasien yang mengeluhkan sesak napas ini tercatat berumur 20 tahun. Berdasarkan hasil tes Whole Genome Sequencing (WGS), pasien terkonfirmasi positif subvarian Omicron BA.5 pada 10 Juni 2022. Diduga, kasus ini hasil transmisi lokal.

"Ini satu-satunya (pasien) yang gejalanya lebih berat," kata Erlina, Minggu (12/6).

Selain sesak napas, pasien ini mengalami batuk, sakit kepala, lemah, mual, muntah, dan nyeri abdomen. Menurut Erlina, pasien ini sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap dengan jenis Sinovac.

Pasien mendapatkan vaksinasi terakhir pada 7 Mei 2021. Erlina mengaku belum mengetahui pasti proses replikasi subvarian Omicron BA.5. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel