Pakar : Kampanye Terselubung Pilkada DKI Secara Sistematis

Jakarta (ANTARA) - Pakar politik dari Universitas Indonesia Andrinof Chaniago mengatakan kampanye terselubung dalam ceramah agama yang kerap terjadi selama Ramadan dilakukan secara sistematis.

"Fakta yang terjadi, sudah bisa dikatakan sebagai kampanye terselubung yang terorganisasi secara sistematis," ujar Andrinof di Jakarta, Selasa.

Hal itu, lanjut dia, karena dilakukan dengan bentuk acara yang sama dari hari ke hari dan pesan yang disampaikan juga sama yakni untuk memilih salah satu calon gubernur yang bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012.

"Seperti banyak yang ditulis oleh media, ini adalah ulah Foke," tambah dia.

Menurut dia, sebagai calon pentahana Fauzi Bowo (Foke) tidak boleh menggunakan cara seperti itu dengan memanfaatkan jabatan yang diembannya.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta, Ramdansyah, mengatakan tokoh agama dan masyarakat tidak boleh melakukan penghasutan publik untuk tidak mendukung atau mengajak untuk mendukung salah satu pasangan calon.

"Apalagi sampai berkhotbah di rumah ibadah, dia tidak boleh menghasut jamaahnya untuk mendukung atau tidak mendukung salah satu pasangan calon," ujar Ramdansyah.

Ramdansyah juga mengatakan akan menindak tegas jika memang ditemukan pelanggaran seperti itu. Ramdan juga mengharapkan agar masyarakat melaporkan ke Panwaslu jika ditemukan penghasutan publik untuk memilih salah satu calon.

Pilkada DKI Jakarta putaran kedua akan berlangsung 20 September dan diikuti dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yakni Fauzi Bowo (Foke) - Nachrowi Ramli (Nara) dan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.