Pakar Komunikasi: Makna Busana Puan Ajak Masyarakat Mau Divaksinasi

·Bacaan 2 menit

VIVA – Busana Ketua DPR Puan Maharani yang menggunakan adat Bali saat Sidang Tahunan MPR-Sidang Bersama DPR-DPD, belum lama ini masih jadi perhatian. Pengggunaan busana ala Puan itu dimaknai sebagai bentuk apresiasi terhadap Bali dalam penanganan pandemi COVID-19.

Pakar komunikasi politik Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi menganalisi busana Bali yang dipakai Puan punya pesan khusus karena Pulau Dewata sebagai provinsi tertinggi dan paling cepat dalam upaya vaksinasi. Pencapaian vaksinasi di provinsi tersebut sudah melebihi 90 persen.

“Makna busana Puan itu mengajak masyarakat Indonesia untuk mau divaksinasi, dan mempercepat vaksinasi seperti di Bali," kata Ari, Selasa, 24 Agustus 2021.

Ari menyampaikan sebagai pucuk pimpinan lembaga legislatif, Puan dianggap sebagai figur yang terus memantau persoalan vaksinasi di Tanah Air. Ia menekankan fungsi DPR memang harus demikian sehingga memiliki peran checks and balances terhadap pemerintah.

"Kita tahu selama ini Puan memang concern dengan ketersediaan vaksin, pemerataan vaksin, bahkan mendorong adanya vaksin untuk anak di bawah 12 tahun," jelas Ari.

Pun, ia menambahkan dengan busana tersebut, Puan juga ingin menyebarkan rasa optimis terhadap kebangkitan wisata, budaya, dan ekonomi Bali. Sebab, selama imbas pandemi, Bali ikut terpuruk. Kini, dengan vaksinasi yang cakupan sudah melebihi 90 persen, harapan itu bisa terealisasi.

"Ibu Puan ingin menyampaikan bahwa setelah semua daerah mencapai target vaksinasi dan herd immunity, kita optimis roda ekonomi yang mensejahterakan rakyat bisa berjalan lagi,” kata Ari.

Sementara, pakar busana Bali, Anak Agung Ngurah Anom Mayun K Tenaya menyampaikan busana yang dipakai Puan cukup memiliki improvisasi. Ia apresiasi konsep Puan dan perancang busananya.

"Perancang busana yang dikenakan Puan Maharani pada upacara kenegaraan 16 Agustus 2021 layak diacungi jempol, berani melakukan improvisasi," tutur Anak Agung.

Namun, ia bilang busana yang dipakai Puan bukan Payas Agung. Sebab, busana Payas Agung hanya bisa dikenakan saat pelaksanaan Upacara Manusa Yadnya Utama oleh kalangan tertentu.

"Yang dipakai Puan adalah busana modifikasi madya. Hasil modifikasi rias bali, bukan pakaian adat," kata Anak Agung.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel