Pakar Marketing: Eiger Minta Maaf ke Youtuber Langkah Tepat, Bisa Perbaiki Reputasi

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Eiger Adventure telah melontarkan permintaan maaf kepada Youtuber Dian Widiyanarko. Permintaan maaf tersebut mengenai surat keberatan yang dilayangkan Eiger gara-gara sebuah video review produk.

Dian melalui akun Instagram @duniadian juga telah menerima permintaan maaf tersebut.

Pakar marketing Yuswohady menilai, apa yang diperbuat perusahaan asal Bandung itu sebagai langkah tepat. Menurutnya, reputasi Eiger di mata netizen sebagai brand alat perlengkapan pegunungan ternama bisa saja rusak akibat kasus tersebut.

"Brand itu harus yang adaptif dan ngalah. Karena kalau kita ngelawan netizen kita enggak akan bisa. Apalagi netizen itu temannya banyak. Begitu ada satu dan dia dianggap benar menurut publik, meskipun yang me-review enggak benar, tapi dia mendapat simpati dari publik," ungkapnya kepada Liputan6.com, Sabtu (30/1/2021).

"Ketika sudah mendapat simpati ya dia punya teman banyak. Dalam kondisi itu brand kalau mau lawan netizen, suara rakyat kan suara Tuhan, lebih baik mengalah," ujar Yuswohady.

Dia memuji sikap Eiger yang mau mengakui kesalahannya. Menurut dia, sikap netizen yang tadinya ramai-ramai geram terhadap brand tersebut pun perlahan akan hilang.

"Caranya Eiger udah benar. Ketika ramai kan dihujat, lalu minta maaf. Ketika sudah minta maaf, ya sudah, cooling down," kata Yuswohady.

Dengan catatan, Eiger ke depannya tidak lagi jatuh di lubang yang sama. Sehingga Eiger tak memupuk citra buruk di mata netizen dan pihak konsumen.

"Paling seminggu lagi setelah semua media sudah enggak ngomong maka ya kembali ke sedia kala, ketika brand-nya Eiger enggak jelek reputasinya. Ini kecelakaan kecil ya. Nanti akan balik seperti sedia kala," tuturnya.

Youtuber Kaget Dapat Surat Protes Usai Review Produk, Apa Tanggapan Eiger?

Eiger menggelar sejumlah talkshow dan diskon bagi para pengunjung di Indofest 2018 (Liputan6/pool/Eiger)
Eiger menggelar sejumlah talkshow dan diskon bagi para pengunjung di Indofest 2018 (Liputan6/pool/Eiger)

Sebelumnya, Eiger Adventure atau Eiger termasuk salah satu produsen kebutuhan perlengkapan para penggiat petualangan alam terbuka asli Indonesia yang mendunia. Bagi Anda yang suka naik gunung, Eiger pastinya bukan nama asing. Bahkan, di kalangan awam maupun penyuka traveling, Eiger termasuk merek perlengkapan favorit.

Namun, Eiger kali ini ramai dibahas dan menjadi trending di media sosial, terutama Twitter, karena seorang Youtuber yang mengaku mendapatkan surat keberatan yang dilayangkan pihak merek asal Bandung.

Alasannya karena Eiger tidak menyukai kualitas video yang diunggah oleh Youtuber tersebut. Selain itu, mereka juga tidak menyukai adanya suara yang mengganggu dalam video. Selain itu, pihak Eiger juga merasa keberatan dengan lokasi yang digunakan oleh pengunggah video.

"Halo @eigeradventure. Jujur kaget saya dapat surat begini dari anda. Lebih kaget lagi baca poin keberatannya. Saya kan review produk gak anda endorse. Kalau anda endorse atau ngiklan boleh lah komplen begitu. Lha ini beli, gak gratis, lalu review pake alat sendiri," tulis akun @duniadian dalam cuitannya pada Kamis, 28 Januari 2021.

Ia juga mengaku kecewa karena pihak Eiger menilai kualitas videonya masih buruk tidak seperti Youtuber terkenal lainnya. "FYI saya ini konsumen setia EIGER sejak lama. Tapi okelah kalau anda keberatan, saya terima keberatannya dan saya mohon maaf. Tapi permintaan untuk menghapus, sory gak bisa," cuitnya lagi.

Youtuber tersebut bahkan berjanji tidak akan membeli dan mereview produk dari Eiger. Cuitan tersebut langsung mendapatkan beragam respons dari warganet. Meski tidak sedikit yang menyayangkan adanya hal ini, beberapa di antaranya tidak mempermasalahkan langkah Eiger. Ada juga yang menyoroti tanggal pembuatan surat tersebut.

"Gua cuma baca doang tersinggung. boomer," tulis Youtuber Reza Arap. "Asli, sebagai Youtuber pemula saya ga ikut dikirim surat tapi ikutan kesel. Bikin video itu effort, mulai dari beli lampu, nyiapin script trus belum lagi ngedit dan upload. Sumpah jadi males ama merk," komentar akun @DiazAnanda.

"Gak tau bener atau salah ya, tapi surat yang nomor 108 kalau dari nomor suratnya untuk surat terbit bulan Desember 2020, sedangkan surat yang nomor 19 untuk surat yang terbit bulan Januari 2021. Aku sek salah kali ya," tulis akun @Rizcover.

Tanggapan Eiger

Yang cukup menggelitik, momen ini seperti dimanfaatkan oleh pesaing Eiger, Arei Outdoorgear atau Arei. Mereka sepertinya ingin ikut merebut perhatian warganet dengan mengunggah konten terbaru di akun Instagram resminya pada hari yang sama.

Kalau Eiger melayangkan ‘Surat Keberatan’, pihak Arei justru membagikan 'Surat Keringanan' untuk para pelanggan setia mereka yang disebut dengan Areingers.

Tidak hanya itu, isi atau butir surat Arei pun seakan merespons kecaman warganet terhadap Eiger. Arei mengatakan, siapa pun berhak mereview produknya sesuka hati, dengan cara apapun, dengan kamera apapun, dan lokasi di mana saja boleh.

Warganet pun ramai berkomentar dengan menyinggung hebatnya marketing di tengah polemik kompetitor. "Marketingnya jos ni. Pindah ke sini aja kagak baperan. Seharusnya kritik sebagai masukan buat memperbaiki kualitas produknya. Namanya produk ada plus minusnya," komentar seorang warganet.

Lalu, apa tanggapan Eiger? Mereka akhirnya memberi pernyataan resmi sekaligus mengklarifikasi tentang surat keberatan tersebut. Dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com pada Kamis, 28 Januari 2021, PT Eigerindo Multi Produk Industri merilis pernyataan resmi yang disampaikan langsung oleh Ronny Lukito sebagai CEO.

"Atas nama perusahaan PT Eigerindo Multi Produk Industri (MPI), sebagai perusahaan yang menaungi merk EIGER Adventure, dengan rendah hati kami menyampaikan permintaan maaf sebeasr-besarnya kepada masyarakat atas masalah yang terjadi," bunyi awal pernyataan tersebut.

Terkait dengan hal tersebut, mereka menyampaikan beberapa hal, yaitu:

1. Surat yang diunggah melalui akun twitter @duniadian benar dikirimkan oleh tim internal kami.

2. Kami sadari, apa yang kami lakukan tidak tepat dan salah. Sejatinya maksud dan tujuan awal kami adalah untuk memberikan masukan kepada reviewer agar lebih baik lagi. Tetapi sekali lagi, kami menyadari bahwa cara penyampaian kami salah.

"Sekali lagi kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada Eigerian. Semoga Tuhan selalu menyertai niat baik kita," demikian penutup surat pernyataan dari pihak Eiger.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: