Pakar: Nasdem Tak Anggap Penting Kader Mundur

Jakarta (ANTARA) - Pakar politik Firman Noor mengatakan Partai Nasdem tampaknya tidak terlalu menganggap penting kader-kadernya yang keluar menyusul pengunduran diri Hary Tanoesoedibjo, ketua dewan pakar partai itu.

"Kemungkinan mereka menganggap adanya faksi-faksi dalam partai politik adalah hal yang biasa. Partai Nasdem juga didirikan oleh politikus-politikus yang keluar dari Partai Golkar," kata Firman Noor ketika dihubungi di Jakarta, Rabu.

Peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu mengatakan banyaknya tokoh-tokoh Partai Nasdem yang mengundurkan diri pascapengunduran diri Hary Tanoesoedibjo merupakan bentuk pemberontakan terhadap Surya Paloh.

Bagi kader dan pengurus yang mengundurkan diri itu, Surya Paloh adalah figur dan sosok detruktif yang telah melenceng dari semangat awal Partai Nasdem untuk mengusung perubahan.

"Pengunduran diri beberapa tokoh muda itu merupakan gejala pemberontakan dari orang-orang yang memiliki komitmen kuat terhadap perubahan yang sejak awal diusung Partai Nasdem," tuturnya.

Menurut Firman, kemungkinan kader dan pengurus yang keluar itu menganggap tampilnya Surya Paloh sebagai ketua umum partai dan masuknya beberapa figur baru tetapi tokoh lama di politik sebagai tindakan destruktif.

"Mereka berpandangan komitmen terhadap perubahan akan sulit dilakukan oleh orang-orang yang konservatif, oleh orang-orang yang tidak baru," ujarnya.

Sementara, kata Firman, kader dan pengurus yang keluar itu sudah terikat dengan komitmen terhadap perubahan, bukan lagi karena ada motivasi uang dalam berpolitik.

"Kalau motivasi mereka uang, pasti mereka memilih tetap berada di Partai Nasdem yang secara finansial kuat. Mereka itu adalah orang-orang yang dahulu ikut berdarah-darah dalam mengusung komitmen idealisme perubahan," pungkasnya.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.