Pakar nilai perlu sinergi kembangkan industri otomotif nasional

Faisal Yunianto
·Bacaan 1 menit

Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Otomotif (IATO) Doddy Rahadi menilai perlunya sinergi dari berbagai pihak, yakni praktisi industri, akademisi, pemerintah, dan Gabungan Industri Kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk mengembangkan industri otomotif nasional.

“Dengan semangat dan sinergi, diharapkan akan dapat memberikan masukan, pandangan maupun kontribusi kepada pemerintah mengenai pengembangan industri otomotif di Indonesia,” kata Doddy lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Jumat.

Terlebih, lanjut Doddy, dunia tengah menghadapi tantangan di era disrupsi, di mana teknologi bergerak begitu cepat.

Doddy, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian tersebut memandang bahwa saat ini adalah momentum yang tepat untuk mengambil peranan strategis sebagai sebuah organisasi profesional dalam rangka turut serta membangun bangsa.

“IATO berperan aktif dalam meningkatkan daya saing industri nasional melalui berbagai langkah strategis, salah satunya dengan mengembangkan industri dalam negeri, sehingga dapat mendukung rencana pemerintah yang memiliki program substitusi impor sebesar 35 persen pada 2022,“ ujar Doddy.

Ia memaparkan IATO memiliki kompartemen yang berbeda dari sebelum-sebelumnya dikarenakan harus menyesuaikan dengan perkembangan jaman.

Di antaranya masuknya kompartemen Low Carbon Emmision (LCE) Vehicle yang nantinya akan banyak mengkaji mengenai teknologi-teknologi terbaru bersama kompartemen Technology and Research - Development.

Kompartemen tersebut akan mulai berusaha mengakomodasi sektor yang lain seperti aerospace, maritim dan perkeretaapian.

Baca juga: Industri komponen otomotif tambah lini produksi di tengah pandemi
Baca juga: Apakah kehadiran vaksin akan pengaruhi industri otomotif Indonesia?
Baca juga: Menunggu kebangkitan industri otomotif Indonesia