Pakar: Peneliti teknologi pangan perlu jalin interaksi dengan industri

·Bacaan 1 menit

Guru Besar FMIPA IPB Prof. Dr. Ir. Antonius Suwanto, M.Sc. memandang bahwa para akademisi dan peneliti di bidang teknologi pangan perlu menjalin interaksi dengan industri dalam melakukan penelitian sehingga dapat menghasilkan manfaat secara ekonomi.

“Sebetulnya ide-ide itu ada banyak seperti di perguruan tinggi oleh mahasiswa dan dosen, tapi banyak juga yang kemudian tidak bisa menjadi realitas karena lebih pada penelitian yang masih belum ada aspek ekonominya,” kata Anton saat diskusi virtual pada Kamis.

Menurutnya, ide riset di bidang teknologi pangan akan lebih bermanfaat apabila bisa diaplikasikan untuk kebutuhan di kehidupan sosial.

Anton mengatakan tantangan tersebut dapat dikomunikasikan dengan pihak industri untuk membangun kerja sama, salah satunya dengan mengadakan program pendanaan riset yang dapat mendukung mahasiswa dan dosen.

Melihat urgensi seperti itu, Anton juga menilai program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang saat ini dicanangkan pemerintah dapat membuka kesempatan yang lebih lebar untuk mengimplementasikan hubungan yang baik antara dunia akademik dan industri.

“Mungkin itu bisa mendekatkan ke arah aplikasi tanpa membunuh kreativitas,” tutur Anton.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya kebebasan berpikir yang didukung oleh lingkungan kampus untuk menciptakan penelitian berkualitas.

Anton mengingatkan agar peneliti tidak berhenti untuk selalu mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebab dari sanalah ilmu pengetahuan akan maju.

“Bertanyalah, bukan hanya ‘cara’-nya tetapi yang lebih penting pertanyaan ‘kenapa’. Pertanyaan ‘kenapa’ ini jawabannya sangat penting,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menegaskan agar peneliti terus-menerus memperkaya ilmu pengetahuan dengan membaca banyak literatur dan referensi hingga mengikuti konferensi-konferensi, bukan sekadar mengikuti informasi penelitian yang telah tersedia saja.

“Secara umum peneliti-peneliti muda tentu sangat diandalkan tapi mereka harus melakukan penelitian itu dengan banyak membaca referensi,” ujar Anton.


Baca juga: BRIN kembangkan teknologi pengemasan dan diversifikasi produk pangan

Baca juga: Puguh Sudibyo, ahli teknologi pangan pengibar UMKM Nusantara

Baca juga: Akademisi paparkan manfaat teknologi dongkrak usaha rintisan milenial

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel