Pakar: Puasa Ramadhan Aman Bagi Ibu Hamil

Jakarta (Antara) - Puasa Ramadhan aman bagi ibu hamil selama berat badan ibu dalam keadaan stabil dan tidak terjadi gangguan fisik, demikian disampaikan pakar Kebidanan dan Kandungan dr Taufik Jamaan SpOG.

"Selama tidak ada masalah bagi ibu dan bayi, artinya berat badannya masih baik, kondisi fisiknya bagus dan tidak memaksakan diri, puasa aman bagi ibu hamil," ujar Taufiq Jamaan di Jakarta, Selasa.

Taufik mengatakan, selama kehamilan tubuh ibu mengalami berbagai macam adaptasi dalam rangka menyesuaikan diri dengan kondisi kehamilannya, dan mempersiapkan diri pada saat persalinan.

Perubahan tersebut meliputi pertambahan berat badan, metabolisme air, metabolisme protein, metabolisme karbohidrat, kondisi "kelaparan terakselerasi" dan metabolisme lemak.

"Berbagai fungsi organ ibu hamil juga mengalami perubahan selama kehamilan, baik sistem jantung dan pembuluh darah, pencernaan, pernafasan dan sistem organ yang lain," paparnya.

Dengan kondisi demikian, Taufik mengemukakan, banyak sekali penelitian yang telah dilakukan tentang pengaruh puasa dalam kehamilan.

Taufik mengatakan, sebuah penelitian Alwasel dari Universitas King Saud Arab Saudi pada 2010 tentang perubahan plasenta pada ibu hamil menunjukkan terjadi penurunan berat plasenta ibu hamil yang sedang berpuasa pada trimester kedua dan ketiga masa kehamilan.

Namun, lanjut Taufik, hal tersebut tidak memengaruhi berat lahir bayi dan kondisi kesehatan bayi secara umum, karena kondisi tersebut berbeda dengan perubahan plasenta dari ibu yang menderita penyakit kronis.

Sementara itu, penelitian di Yaman menunjukkan sekitar 90,3 persen dari 2.561 pasien hamil yang menunaikan puasa Ramadhan memperlihatkan tidak terdapat hubungan antara penurunan berat badan ibu maupun janin akibat puasa.

"Dari berbagai penelitian yang ada jelas bahwa puasa Ramadhan tidak berbahaya bagi ibu hamil. Tetapi perlu diperhatikan kondisi kehamilan itu sendiri," ungkap Taufik.

Menurut dia, ibu hamil yang sedang berpuasa sebaiknya minum air putih dua liter sehari, mengonsumsi makanan bergizi dengan kombinasi sayur dan buah, serta minum vitamin dan susu pada saat sahur dan berbuka puasa.

Namun, Taufik menambahkan, bila terjadi permasalahan terhadap kehamilan sejak awal misalnya, seperti mual, pusing dan muntah pada trimester awal atau terdapat komplikasi penyakit kronis sebelum kehamilan, hal ini akan membahayakan ibu dan janin bila menunaikan ibadah puasa Ramadhan.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.