Pakar Sebut Beberapa Hari Setelah Divaksin Masih Bisa Kena COVID-19

Ichsan Suhendra, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Vaksin COVID-19 dianggap sebagai jawaban atas pandemi yang tengah berlangsung di dunia, termasuk Indonesia. Meski begitu, pakar menyebut masyarakat tak boleh lengah lantaran penularan bisa terjadi meski telah diberikan vaksin. Kok bisa?

Pemerintah mengonfirmasi vaksinasi COVID-19 akan dilakukan mulai pekan kedua bulan Januari 2021. Meski vaksinasi telah diberikan, pemerintah tetap mengimbau agar masyarakat melakukan 3M karena penularan virus corona masih bisa terjadi.

Hal itu dikonfirmasi oleh Ketua Satgas COVID PB IDI, Prof Dr dr Zubairi Djoerban, SpPD(K). Menurutnya, efektivitas vaksin baru bisa terjadi usai 2 pekan pasca vaksinasi. Sehingga, virus corona masih mampu menginfeksi apabila belum mencapai waktu 14 hari tersebut.

"Vaksinasi pertama baru tingkatkan kekebalan sekitar 2 mingguan. Jika terinfeksi pada hari-hari awal bisa tetap terinfeksi dan meninggal (jika terinfeksi). Karena vaksinasi pertama pun daya lindung 50 persen setelah 2 minggu dari vaksinasi pertama," papar Prof Zubairi, dalam acara Hidup Sehat di TvOne, Senin 4 Januari 2021.

Prof Zubairi menambahkan, hal itu sudah terbukti di negara Israel. Usai divaksinasi, sebanyak 240 orang di negara tersebut tercatat positif COVID-19.

"Ada 240 orang di Israel yang terinfeksi setelah vaksinasi. Orang-orang ini terinfeksi setelah (beberapa hari) vaksinasi yang pertama," jelasnya.

Dijelaskan Prof Zubairi, berdasarkan penelitian total vaksinasi COVID-19 disarankan sebanyak dua kali penyuntikan. Dengan begitu, diharapkan akan mampu memberi kekebalan mencapai 95 persen.

"Vaksinasi kedua akan melindungi kita 95 persen setelah 1 bulan, dihitung dari awal vaksinasi. Jangka waktunya (kekebalan) belum tahu pasti tapi diharapkan 6 bulan atau lebih lama," kata Zubairi.