Pakar Sebut Masturbasi Pereda Stres Paling Mujarab

Donny Adhiyasa, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Bulan November telah hadir dan para anak muda di Inggris menyuguhkan tantangan baru yaitu 'No Nut November' alias tak masturbasi selama sebulan. Namun, pakar memperingatkan bahwa tantangan tersebut dapat memberi efek buruk pada tubuh.

Pendukung No Nut November mengklaim bahwa tren tersebut bermanfaat bagi kesehatan seksual dan mental pria, tetapi tidak ada penelitian yang mendukungnya. Salah satu alasan yang bagus, bahwa tidak melakukan masturbasi sebenarnya dapat berdampak negatif pada tubuh Anda.

Sebaliknya, berhubungan seks, masturbasi dan orgasme semuanya baik untuk tubuh Anda. Sebab saat orgasme, tubuh melepaskan hormon endorfin, yang memblokir rasa sakit dan membuat tubuh merasa baik.

Selain itu, juga bisa melepaskan ketegangan seksual, membantu tidur nyenyak, meredakan nyeri otot dan kram menstruasi. Profesor ilmu saraf di Universitas Concordia Montreal, Jim Pfaus, menjelaskan bahwa masturbasi terbukti baik untuk jantung.

"(Masturbasi) adalah pengurang stres yang hebat. Ada bukti bahwa berhubungan seks atau masturbasi dapat mengurangi detak jantung istirahat kita hingga 12 jam," paparnya dikutip dari Daily Star.

Ditambah, kata dia, menjalani sesi seks baik itu bercinta dengan pasangan atau masturbasi, bermanfaat baik untuk mempelajari ritme seksual tubuh. Terlebih, sesi seksual ini dianggap membangkitkan sisi kreativitas otak.

"Kami menghubungkan (masturbasi) dengan jenis tindakan yang kami lihat dalam rangsangan visual erotis atau pornografi. Ini memenuhi fantasi seksual kita, yang memperkaya proses kreatif kita," kata Prof Jim.

Sebuah studi selama 18 tahun oleh Universitas Harvard juga menemukan bahwa pria yang berejakulasi setidaknya 21 kali sebulan dapat mengurangi kemungkinan terkena kanker prostat hingga sepertiga.

Satu-satunya risiko berkaitan seks dan masturbasi adalah jika alat kelamin terasa sakit karena Anda terlalu sering melakukannya.