Pakar Seks Dibunuh Suami Sendiri, Diduga karena Iri pada Penghasilannya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Peristiwa tragis terjadi di Rusia. Seorang suami sampai hati membunuh istrinya yang bekerja sebagai seorang pakar seks, sekaligus psikolog.

Perempuan itu diduga ditikam berulang kali di bagian kepala dan leher oleh suaminya. Setelah itu, sang suami diduga melempar tubuh istrinya dari gedung setnggi 40 meter, seperti dilansir dari laman news.com.au, Jumat (24/9/2021).

Rustam Mursalov, berusia 24 tahun, disebut mengaku membunuh istrinya Alexandra Mursalova yang berusia 25 tahun. Pembunuhan tersebut diakui Rustam karena iri.

Alexandra bekerja dengan klien kaya di St Petersburg. Dia mengklaim bisa "mengajari orang bagaimana mencintai," dengan mengatakan, "Saya melihat masalahnya dalam 15 menit. Saya menyelesaikan semuanya dalam empat sesi."

Namun, di media sosial, ibu dua anak itu telah mendokumentasikan masalah spiral dalam hubungannya sendiri kepada ribuan pengikutnya. Ia berbagi rincian menakutkan dari dugaan ancaman yang dibuat suaminya.

Seminggu lalu, dia mengaku diancam suaminya. Rustam dikatakan akan menikamnya dan anak-anak mereka, yang berusia tujuh dan dua tahun.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Ancaman Pembunuhan

Alexandra Mursalova sempat mengunggah fotonya di Instagram sebelum peristiwa tragis itu (dok.instagram/@bredassudki/https://www.instagram.com/p/CT89VMrNcTu/Komarudin)
Alexandra Mursalova sempat mengunggah fotonya di Instagram sebelum peristiwa tragis itu (dok.instagram/@bredassudki/https://www.instagram.com/p/CT89VMrNcTu/Komarudin)

Alexandra mengatakan, "Saya langsung menjemput anak-anak dan pindah flat. Tapi, sejak itu dia datang setiap malam, mengetuk pintu, memanggil interkom, membangunkan kami, dan menakuti anak-anak," lanjutnya.

Tidak dijelaskan, apakah setelah peristiwa pengancaman tersebut Alexandra mencari perlindungan polisi atau tidak. Dalam unggahan tersebut, dia meyakinkan pengikutnya bahwa dia tahu bagaimana mengatasi situasi tersebut.

"Ingat, saya sudah memberi tahu Anda aturan tentang apa yang harus dilakukan dengan manipulator pelaku kekerasan," kata Alexandra.

Pertama, kata Alexandra, buat batasan yang jelas, bagaimana dia bisa dan bagaimana dia tidak bisa memperlakukan Anda. Kedua, ketika dia tidak memenuhi persyaratan, Anda pergi dan mengabaikannya. “Jangan berkomunikasi dengan pelaku,” katanya.

Iri Penghasilan Istri

Alexandra Mursalova sempat mengunggah fotonya di Instagram sebelum peristiwa tragis itu (dok.instagram/@bredassudki/https://www.instagram.com/p/CRyBk9cgam0/Komarudin)
Alexandra Mursalova sempat mengunggah fotonya di Instagram sebelum peristiwa tragis itu (dok.instagram/@bredassudki/https://www.instagram.com/p/CRyBk9cgam0/Komarudin)

Setelah diduga membunuh istrinya, Rustam dilaporkan melarikan diri sebelum menyerahkan diri ke polisi. Di bawah interogasi, dia mengaku telah merencanakan pembunuhan istrinya.

"Dia menyiapkan pisau dan membawa anak-anak itu ke kerabat mereka agar tidak melihat kengerian ini," kata sumber penegak hukum. "Pada malam 21 September, dia sedang menunggu istrinya, dan dia datang dengan pria lain."

Diduga ada perkelahian di tangga dan pria itu lari. "Dia tinggal sendirian dengan istrinya dan menikamnya 10 kali," kata sumber polisi.

Tubuh Alexandra kemudian dilaporkan dilempar dari balkon lantai 13, diikuti jaketnya yang berlumuran darah. Dalam sebuah unggahannya, Alexandra menulis bahwa suaminya iri dengan penghasilannya.

Sang suami menilai, uang merusak segalanya dan suatu hari ia akan meminta dirinya memilih dia atau uang. Saat ini Rustam ditahan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Infografis 4 Tokoh Nasional Jadi Target Pembunuhan

Infografis 4 Tokoh Nasional Jadi Target Pembunuhan. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 4 Tokoh Nasional Jadi Target Pembunuhan. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel