Pakar: Strategi SDM perlu dirumuskan lagi, percepat pertumbuhan bisnis

Pakar dan praktisi manajemen sumber daya manusia (SDM) mengungkapkan peran dan strategi pengelola SDM atau human resource (HR) perlu dirumuskan kembali (reinventing) guna mempercepat pemulihan dan pertumbuhan perusahaan pascapandemi saat ini.

"Kekuatan HR, kompetensi HR, dan sistemnya, menjadi tulang punggung, bagaimana (perusahaan) melewati badai ke badai," kata Managing Director Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LM-FEB UI) Willem A Makaliwe pada webinar yang diselenggarakan SWANetwork di Jakarta, Rabu.

Karena itu, lanjutnya, HR dan sistemnya harus dirumuskan kembali untuk pertumbuhan bisnis perusahaan dan siap menghadapi turbulensi ekonomi.

"Peran (pengelola) HR, bagaimana korporasi tetap ceria meski situasi pandemi. HR-nya harus kuat, tangguh, dan kompeten," katanya pada pada webinar bertema "Reinventing HR Roles & Strategy to Accelerate Business Growth in the Post-Pandemic Times".

Hal senada dikemukakan Group Chief Editor SWA Media Kemal E Gani. Ia menilai di tengah tantangan perubahan yang cepat akibat digitalisasi dan pandemi telah terjadi kelangkaan talenta yang sesuai dengan tuntutan konsumen pada produk dan layanan baru.

Akibatnya, pengelola HR harus merumuskan kembali strategi mereka agar bisa mendukung pemulihan dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

"Sekarang era pascapandemi, bagaimana kita bisa memacu perusahaan kita, agar dapat lebih cepat tumbuh kembali dengan berkelanjutan," katanya.

Terkait dengan hal itu, SWA bersama LM-FEB UI menilai 22 dari 37 perusahaan yang berkompetisi pada "HR Excellence Award 2022" berhak mendapat penghargaan karena bukan hanya bagus dalam hal kinerja bisnis, tapi juga luar biasa dalam menerapkan praktik manajemen SDM.

Perusahaan tersebut di antaranya Tokopedia, DANA Indonesia, Flip, Amartha, Prudential, AXA Mandiri & AXA Indonesia, Pegadaian, Bank DBS Indonesia, Bank CIMB Niaga, Adira Finance, JDL Express Indonesia, Anteraja, Sinar Mas Mining, Elnusa Petrofin, BAT Indonesia, dan Garuda Food.

Perusahaan-perusahaan tersebut diharapkan bisa menjadi contoh praktik terbaik dalam manajemen SDM, mulai dari segmen rekrutmen SDM, pengembangan SDM, manajemen dan penilaian kinerja, manajemen imbalan (reward management), hingga manajemen retensi SDM.

"Ada dua agenda yang perlu diperhatikan oleh organisasi dan orang-orang HR. Pertama, bagaimana organisasi HR mampu mentransformasi diri agar tetap adaptif dengan perubahan paradigma maupun kebutuhan masyarakat. Kedua, bagaimana organisasi HR mampu menciptakan cara-cara kerja baru yang kreatif agar bisa meningkatkan produktivitas dan ketangkasan karyawan," kata Kemal.

Pada kesempatan tersebut, sejumlah praktisi HR juga memaparkan strategi mereka mempersiapkan SDM di tengah pandemi dan bersiap mendukung bisnis perusahaan pascapandemi.

Head of Corporate University PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Novitri Diah Lista Wulandari menilai pengelola HR harus mampu membaca analisa data dan men-deliver angka mendukung bisnis perusahaan.

Sementara, Head of Human Capital & General Affair Garudafood Group Andika Rajasa menilai seorang HR harus mampu mengusai teknologi digital.

Sedangkan, Senior Vice President PT Pegadaian Anung Anindita mengatakan seorang mengelola HR tetap harus memiliki empati kuat yang tidak bisa tergantikan oleh artificial inteligence (AI). "Serta agile thinking," kata SVP People & Culture Amartha Rine menambahkan.

Baca juga: UI-KAI kerja sama pengembangan SDM dan tarif kereta api
Baca juga: Praktisi sebut pentingnya ciptakan pemimpin dari internal perusahaan
Baca juga: Praktisi: Peran HR kian penting di tengah percepatan bisnis masa depan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel