Pakde Karwo ketok UMK Jatim Rp 1,7 juta

MERDEKA.COM, Lolos dari serbuan massa buruh di kantor Dispenda Jawa Timur di Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo akhirnya menyerah juga. Pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 72 tahun 2012 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2013.

Dalam peraturan itu ditetapkan besaran nilai UMK Kota Surabaya sama dengan Gresik, yaitu Rp 1.740.000. Sedangkan, UMK Kabupaten Pasuruan dan Sidoarjo Rp 1.720.000, Kabupaten Mojokerto Rp 1,7 juta dan Kabupaten Malang Rp 1.343.000.

Namun, meski sudah ditetapkan, masih terdapat beberapa daerah yang belum menyetorkan usulan UMK melalui Pemprov Jatim. Karena mendapatkan tuntutan dari kaum buruh, Pakde Karwo memutuskan untuk menetapkan besaran UMK 2013, hari ini.

Dari 38 wilayah, rekomendasi usulan yang sudah dikirimkan kembali ke Dewan Pengupahan Provinsi hingga Jumat (23/11) kemarin hanya 16 daerah. "Memang ada beberapa daerah yang tidak mengembalikan usulan UMK," kata Ketua Dewan Pengupahan Provinsi Edy Purwinarto di kantor Dispenda Jawa Timur, Sabtu (24/11) petang.

Sebelumnya, massa buruh menduduki kantor gubernur Jatim karena tidak sabar menunggu Pakde Karwo menetapkan besaran UMK 2013. Kemudian, pengunjuk rasa lantas menyerbu kantor Dispenda Jawa Timur di Jalan Manyar Kertoarjo, menyusul Pakde Karwo yang sedang menggelar rapat penetapan.

Namun, buruh gagal menemui Pakde Karwo, mereka hanya menemukan mobil dinas yang terparkir di halaman depan kantor dan menyanderanya. Dan apa-pun yang dilakukan buruh, Pakde Karwo telah memberikan keputusannya tentang besaran nilai UMK di Jawa Timur.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.