Pakistan Geger Setelah Perempuan Diperkosa Massal di Kereta

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang perempuan diduga diperkosa tiga pria dalam kereta api yang sedang melaju di Pakistan. Ini merupakan insiden terbaru yang menggegerkan Pakistan di mana kasus kekerasan seksual meningkat.

Perempuan dua anak berusia 25 tahun ini naik kereta pekan lalu dan dia dipaksa menuju gerbong yang kosong oleh seorang petugas pemeriksa tiket dan tiga pria memperkosanya. Demikian disampaikan kepala Kepolisian Kereta Api, Faisal Shahkar pada Selasa.

Shahkar mengatakan, polisi menangkap dua tersangka pada Senin dan tersangka ketiga ditangkap sehari kemudian.

Insiden ini menyebabkan kemarahan para lembaga HAM, aktivis, dan masyarakat dan menyerukan hukuman berat bagi pelaku.

"Saya berharap bisa melihat mereka yang melakukan tindakan keji ini digantung sampai tenggorokan mereka," kata seorang pria kepada media penyiaran Geo.

Koran ternama Pakistan, Dawn mempertanyakan pengamanan yang layak tidak ditempatkan di dalam kereta.

"Keselamatan (perempuan) adalah barometer nilai-nilai bangsa," tulis Dawn dalam editorialnya, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (2/6).

Menurut data resmi, lebih dari 14.000 perempuan diperkosa di Pakistan, hampir 11 per hari, dalam empat tahun terakhir. Namun kurang dari 3 persen pelaku yang dihukum.

Korban kerap enggan melapor karena berbagai faktor seperti penyelidikan yang salah, peradilan yang cacat, dan tabu sosial.

"Angka ini mungkin puncak gunung es karena sebagian besar kasus tidak dilaporkan," jelas Biro Kepolisian Nasional yang menyusun statistik tersebut.

Parlemen Pakistan mengesahkan UU anti pemerkosaan tahun lalu yang mengizinkan pengadilan menjatuhkan hukuman kebiri bagi pelaku pemerkosaan, namun tidak banyak yang berubah sejak UU disahkan. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel