Pakistan Serukan Pasar dan Mal Tutup Lebih Awal, Ini Alasannya

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Pakistan memerintahkan dilakukannya sejumlah langkah untuk menghemat energi, salah satunya menutup seluruh mal dan pasar lebih awal pada pukul 20.30 waktu setempat. Penyebanya adalah krisis listrik dan ekonomi yang melanda negara tersebut.

Menteri Pertahanan, Khawaja Asif mengatakan pada Selasa, langkah tersebut diperkirakan dapat menghemat anggaran sekitar 62 miliar rupee Pakistan.

Pakistan kekurangan uang tunai karena uang yang diharapkan masuk di bawah program Dana Moneter Internasional (IMF) ditunda. Cadangan devisanya sekarang hampir tidak menutupi impor sebulan, yang sebagian besar untuk pembelian energi.

Asif mengatakan, langkah tambaha yang akan diberlakukan segera termasuk penutupan restoran dan gedung pernikahan pada pukul 22.00. Dia mengatakan, beberapa perwakilan pasar meminta jam operasional lebih lama, tapi pemerintah telah memutuskan penutupan lebih awal diperlukan.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif, kata Asif, telah memerintahkan semua departemen pemerintah mengurangi konsumsi listrik sampai 30 persen.

Total cadangan devisa cair Pakistan akhir bulan lalu mencapai USD11,7 miliar, USD5,8 miliar di antaranya ada di bank sentral. Itu adalah setengah dari nilai cadangan devisa yang dimiliki pada awal tahun 2022.

Asif mengatakan, rencana penghematan energi juga mencakup larangan produksi bola lampu yang tidak efisien mulai Februari dan kipas angin mulai Juli.

Dia mengatakan puncak penggunaan listrik musim panas di Pakistan adalah 29.000 megawatt (MW) dibandingkan dengan 12.000 MW di musim dingin, terutama karena penggunaan kipas angin di cuaca yang lebih panas.

Setengah dari lampu-lampu jalan di seluruh Pakistan juga akan dimatikan. [pan]