Paksa Siswa Cium Kaki Sambil Difoto, Seorang Guru di China Langsung Dipecat

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Beijing - Seorang guru taman kanak-kanak di China dipecat, setelah memaksa siswanya mencium kakinya saat sedang direkam.

Tidak hanya ditahan, si tenaga pengajar itu pun langsung ditangkap karena menyebarkan perilakunya yang tidak pantas di WeChat.

Menurut World Today News, Pendidik, yang diidentifikasi dengan nama keluarga Liu, mengatakan kepada polisi bahwa dia telah mencoba menanamkan masokisme sejak usia dini. Menurutnya, "kepuasan bisa didapat dari penghinaan orang lain." Pemberian sanksi kepada siswa merupakan salah satu bentuk praktik.

Berdasarkan logikanya, Liu mengaku hanya berusaha memberikan "pengajaran" agar siswanya memahami masokisme -- kelainan seksual ketika seseorang merasa nyaman dan puas secara seksual ketika dirinya disakiti atau dilecehkan oleh pasangannya.

Foto tersebut memperlihatkan sang guru memaksa siswanya untuk mencium kaki, diiringi dengan kata-kata "cium, cium dengan baik".

Menyebarkan Perilaku Tidak Pantas di Social Media

Ilustrasi Murid Sekolah | pexels.com/@jeswin
Ilustrasi Murid Sekolah | pexels.com/@jeswin

Liu dikenal sebagai guru di RYB Education di Kota Ruijin, Provinsi Jiangxi, China timur.

Dikutip SCMP via World Today News (19/4), Liu membagikan tiga foto bocah lelaki itu memegang kaus kakinya.

Komentar masokisnya dilaporkan disembunyikan sehingga orangtua dan guru lainnya tidak dapat melihatnya.

Namun, salah satu teman di kontak WeChat mengambil screenshot dari tindakan Liu, dan menguploadnya di Weibo.

Menurut penelusuran dinas pendidikan setempat, kejadian itu terjadi saat Liu melepas sepatunya saat berbicara dengan korban, Senin (12/4).

Korban mengungkapkan bahwa kaki gurunya bau. Liu kemudian menciumnya dan menyuruh murid-muridnya melakukan hal yang sama sebelum difoto.

Polisi yang mendapat laporan setelah insiden itu viral segera menangkap Liu, dan menahannya selama tujuh hari.

Sementara itu, RYB menyatakan bahwa gurunya langsung dipecat, menyebut perilakunya jahat dan penuh pelecehan.

Reporter: Lianna Leticia

Saksikan Video Berikut Ini: