Paku Liar, Istilah Baru Penyimpangan Penerimaan Siswa

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Paku liar menjadi istilah baru dalam kasus penyimpangan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Istilah tersebut ditemukan di beberapa daerah, antara lain Sulawesi Selatan, Bali, dan Jawa Timur.

"'Modus paku liar itu paling banyak terjadi di Jawa Timur,'' kata Budi Santoso, Ombudsman Bidang Penyelesaian Laporan, dalam konferensi pers di gedung Ombudsman RI, Kamis (25/7/2013).

Paku liar merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut para siswa yang diterima di suatu sekolah, tanpa melalui PPDB resmi.

Budi mencontohkan, kuota sebuah sekolah ada 250 siswa. Sewaktu diumumkan, siswa yang diterima tetap 250. Namun, di hari pertama sekolah, jumlah siswa bertambah menjadi 300.

''50 orang itu dari mana? Ya dari pejabat, pengusaha kaya, termasuk oknum dinas yang secara sengaja memberikan kuota. Entah karena takut, maupun memang ada kompensasi tertentu,'' ungkapnya.

Berbagai modus penyimpangan masih mewarnai PPDB 2013. Tidak hanya paku liar, jual-beli piagam juga menjadi modus baru penyimpangan PPDB.

Namun, meski terdapat penyimpangan dengan modus baru, modus lama pun masih terjadi, seperti diskriminasi, berpihak, tidak memberikan pelayanan, penyimpangan prosedur, permintaan uang, dan lain-lain.(Ida Ayu Lestari)

Baca Juga:

Inspektorat Terjunkan Tim Selidiki Siswa Ilegal Pada PPDB 2013

Ratusan Siswa Diduga Ilegal

Dua Pelajar Pembunuh Siswa SMP Dituntut 6 Tahun Penjara

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.