Palembang manfaatkan teknologi VR 360 kenalkan destinasi wisata

Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan memanfaatkan teknologi virtual reality (VR) 360 untuk memperkenalkan ragam destinasi wisata di kota ini yang bisa menjangkau wisatawan domestik hingga mancanegara.

Wali Kota Palembang Harnojoyo, di Palembang, Rabu, mengatakan, teknologi yang dikembangkan oleh Dinas Pariwisata Palembang bersama Yayasan Visual Anak Negeri itu memberikan kemudahan kepada wisatawan global untuk mengenal sekaligus berinteraksi dengan ragam destinasi pariwisata di Palembang.

Dalam VR 360, kata dia, penampakan fisik sebuah destinasi wisata direkam lalu diolah secara komputerisasi sehingga wisatawan dapat mensimulasikan perjalanan seolah-olah berada langsung di lokasi tersebut meski terpisah ruang dan waktu.

“Cara untuk memanfaatkan kecangihan itu semuanya hanya perlu mengakses portal internet palembang360.com yang disediakan Dinas Pariwisata menggunakan perangkat gawai atau pun laptop tanpa dibebankan biaya,” kata dia, setelah acara peluncuran Palembang360.com di Rumah Dinas Wali Kota Palembang.

Ia menyebutkan, Palembang dianggap percontohan karena menjadi kota pertama di Indonesia yang berinovasi memanfaatkan VR 360, sebagai solusi efektif untuk menumbuhkan kembali jumlah kunjungan pariwisata nasional, yang menurun drastis selama pandemi COVID-19 dua tahun terakhir, yakni rata-rata 46 persen di setiap daerah.

Respons positif tersebut sebagaimana disampaikan oleh Koordinator Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Fernandy Ghufron yang hadir secara daring dari Jakarta mewakili Menteri Sandiaga Salahudin Uno.

“Maka dari itu kami berharap mendapat dorongan secara pentahelix, sehingga apa yang diusahakan saat ini untuk membangkitkan lagi sektor pariwisata melalui pemanfaatan VR 360 bisa berjalan sesuai harapan,” kata dia.

Kepala Dinas Pariwisata Palembang Sulaiman Amin mengatakan, dalam portal Palembang360.com milik Dinas Pariwisata tersebut saat ini tersedia sebanyak 20 simulasi VR destinasi wisata unggulan Kota Palembang.

Destinasi wisata unggulan tersebut di antaranya Museum Al Quran Al Akbar, Kawasan Jembatan Ampera dan Komplek Makam Kawah Tengkurep.

Setiap destinasi wisata itu, kata dia, tidak hanya mensimulasikan penampakan fisik dalam tayangan VR tapi juga terdapat audio yang mendeskripsikan sejarah dan hal menarik seputar destinasi yang di akses wisatawan.

“Semua tayangan VR-nya sudah beresolusi tinggi, bisa menggunakan lensa khusus atau pun langsung dari gawai dan laptop untuk mensimulasikannya. Kami berharap setelah mereka mensimulasikan perjalanan secara VR, mereka terdorong untuk berkunjung,” kata dia.

Dinas Pariwisata Palembang sendiri, lanjutnya, menargetkan jumlah kunjungan pariwisata ke Palembang meningkat dari 800 ribu orang di tahun 2021 menjadi minimal sebanyak 1,2 juta orang pada tahun 2022 ini melalui pemanfaatan teknologi VR 360 tersebut.

Baca juga: Pusri kembangkan ekowisata Pulau Kemaro berbasis masyarakat
Baca juga: Pemkot Palembang target kembalikan fungsi 21 anak sungai
Baca juga: Disbudpar Sumsel promosikan pariwisata melalui produk kopi khas daerah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel