Palestina Sebut Israel Hadang Pengiriman Vaksin COVID-19 ke Gaza

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Gaza - Palestina hingga kini belum menerima satu pun dosis vaksin COVID-19. Otoritas Palestina menuduh Israel telah menahan pengiriman vaksin Virus Corona ke Jalur Gaza.

Seorang pejabat Palestina mengatakan, pihaknya telah mencoba membawa 2.000 dosis vaksin Sputnik V Rusia ke Gaza dari Tepi Barat, yang diduduki Israel. Namun, Israel menghentikan pengiriman itu di pos pemeriksaan Tepi Barat "dan memberi tahu Palestina bahwa tidak ada persetujuan untuk melanjutkannya ke Gaza."

Seorang pejabat keamanan Israel mengatakan, permintaan Otoritas Palestina untuk mengirim 2.000 dosis "masih diperiksa" dan "persetujuan belum diberikan".

Badan yang ditugasi menyetujui pengiriman tersebut adalah dewan keamanan nasional Israel, bagian dari pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, kata pejabat keamanan Israel.

Kantor Netanyahu belum memberikan komentar.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Vaksin untuk Staf Medis di Gaza

Sejumlah polisi berjaga saat lockdown di Kota Khan Younis, Jalur Gaza, Palestina, 19 Desember 2020. Lockdown penuh dan jam malam diberlakukan di Tepi Barat dan Jalur Gaza untuk mengendalikan meningkatnya jumlah infeksi dan kematian akibat COVID-19. (Xinhua/Yasser Qudih)
Sejumlah polisi berjaga saat lockdown di Kota Khan Younis, Jalur Gaza, Palestina, 19 Desember 2020. Lockdown penuh dan jam malam diberlakukan di Tepi Barat dan Jalur Gaza untuk mengendalikan meningkatnya jumlah infeksi dan kematian akibat COVID-19. (Xinhua/Yasser Qudih)

Pejabat Palestina mengatakan, pihaknya mengajukan permintaan kepada otoritas pertahanan Israel soal pengiriman vaksin, segera setelah Palestina menerima pengiriman awal 10.000 dosis vaksin Rusia di Tepi Barat pada 4 Februari.

"Hari ini, 2.000 dosis vaksin Sputnik V Rusia dibawa untuk memasuki Jalur Gaza, tetapi otoritas pendudukan mencegah masuk," kata Menteri Kesehatan Palestina Mai Alkaila.

"Menurut rencana, dosis-dosis ini akan diberikan pada staf medis yang bertugas di ruang perawatan intensif bagi pasien COVID-19, dan pada staf yang bekerja di bagian gawat darurat," bunyi pernyataan itu, seperti dilansir Antara, Selasa (16/2/2021).

Pengiriman vaksin dikembalikan ke Ramallah karena perlu disimpan pada suhu dingin, kata pejabat Palestina tersebut. Penundaan tersebut menyoroti tantangan vaksinasi yang mungkin dihadapi masyarakat Palestina di seluruh Tepi Barat dan Gaza.

Dicaplok Israel

Polisi Hamas Palestina mengenakan masker berjaga di sebuah jalan saat pemberlakukan lockdown total selama 48 jam di Jalur Gaza, Selasa (25/8/2020). Lockdown dan jam malam diberlakukan menyusul terkonfirmasinya kasus Covid-19 pertama kalinya di sebuah kamp pengungsian. (AP Photo/Khalil Hamra)
Polisi Hamas Palestina mengenakan masker berjaga di sebuah jalan saat pemberlakukan lockdown total selama 48 jam di Jalur Gaza, Selasa (25/8/2020). Lockdown dan jam malam diberlakukan menyusul terkonfirmasinya kasus Covid-19 pertama kalinya di sebuah kamp pengungsian. (AP Photo/Khalil Hamra)

Kedua wilayah yang terbagi secara geografis itu dicaplok Israel selama perang 1967 dan ditinggali oleh 5,2 juta warga Palestina. Israel mengontrol semua titik masuk dan keluar ke Tepi Barat serta sebagian besar perbatasan pesisir dan darat di Jalur Gaza.

Israel juga mengendalikan dan menguasai kawasan sempit yang berbatasan dengan Mesir di selatan.

Baik Israel maupun Mesir terus menerapkan blokade di jalur pantai. Alasannya, mereka mengkhawatirkan keamanan terkait kelompok garis keras Islam Hamas, yang telah menguasai Gaza sejak 2007.

Palestina serta kelompok-kelompok pembela hak asasi manusia menuduh Israel mengabaikan tugasnya sebagai penguasa pendudukan dengan tidak memasukkan penduduk Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza dalam program vaksinasi mereka. Israel saat ini unggul di antara negara-negara di seluruh dunia dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

Para pejabat Israel mengatakan, di bawah perjanjian perdamaian Oslo, Kementerian Kesehatan Palestina bertanggung jawab untuk menjalankan vaksinasi bagi masyarakat di Gaza dan sebagian Tepi Barat. Di dua wilayah itu, Otoritas Palestina memiliki pemerintahan sendiri yang terbatas.

Setelah menerima pengiriman sejumlah kecil vaksin Moderna Inc dari Israel, Otoritas Palestina pada 2 Februari mulai menyuntikkan vaksin pada para petugas kesehatan di Tepi Barat.

Saksikan video pilihan di bawah ini: