Palmerah tak berlakukan karantina wilayah meski puluhan terpapar

Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, tak memberlakukan karantina wilayah (lock down), meski sebanyak 87 warga di daerah itu terpapar COVID-19 sejak Selasa (26/7).

"Kami tak berlakukan 'lock down'," kata Camat Palmerah, Joko Mulyono, saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, hingga saat ini total kasus aktif ada 87 dari enam kelurahan.

Ia juga menyebut kelurahan penyumbang kasus terbanyak berasal dari wilayah Palmerah dengan 40 kasus.

Disusul dengan Kelurahan Kemanggisan 20 kasus, Kota Bambu Utara sembilan kasus, Kota Bambu Selatan tujuh kasus, Jatipulo enam kasus dan terakhir Kelurahan Slipi empat kasus.

Baca juga: Kasus harian COVID-19 RI bertambah 6.483 terbanyak DKI Jakarta

Untuk menekan angka penyebaran COVID-19, Joko beserta jajarannya giat melakukan program vaksinasi massal.

"Kita terus lakukan program vaksinasi massal. Hari ini ada gerai di Plaza Slipi Jaya dan Rusun KS Tubun untuk dosis satu, dua dan tiga," jelas Joko.

Pihaknya juga mengerahkan gerai vaksinasi massal di puskemas kecamatan hingga kelurahan.

Hal tersebut pun membuahkan hasil.

Hal itu karena hingga saat ini capaian vaksin dosis tiga (booster) di Palmerah sudah mencapai 91.605.

Baca juga: TNI gencarkan progam serbuan vaksin untuk tekan penyebaran COVID-19

Capaian harian vaksin dosis tiga di Kembangan mencapai 143 orang.

Saat ini, pihaknya tengah mengejar capaian target vaksinasi sebanyak 163.618 dosis.

Dia berharap target tersebut tercapai dalam waktu dekat sehingga seluruh warga di Palmerah dipastikan telah menerima vaksin.

"Jika telah divaksin, dipastikan kekebalan tubuh meningkat dan angka penyebaran pun dapat ditekan," jelas Joko.

Joko juga mengimbau warganya untuk tetap menerapkan ketentuan protokol kesehatan (Prokes) saat beraktivitas di luar rumah.

Baca juga: Anggota DPRD minta Dinkes DKI buat terobosan antisipasi klaster SCBD

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel