Palu dan JOCA bekerja sama tingkatkan kapasitas penghuni hunian tetap

Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Jepang Japan Overseas Cooperative Association (JOCA) meningkatkan kapasitas penghuni hunian tetap di daerah bencana.

"Hunian tetap atau huntap sebagai hunian baru bagi korban bencana tentunya masyarakat yang tinggal di sana butuh penyesuaian lingkungan, sehingga penting dilakukan pengembangan kapasitas mereka," kata Sekretaris Bappeda Kota Palu Ibnu Mundzir yang dihubungi di Palu, Selasa.

Baca juga: Pemkot Palu janjikan Rusunawa untuk penyintas tidak mendapat huntap

Ia menjelaskan, kerja sama kedua pihak berjalan selama tiga tahun ke depan, yang mana pengembangan kapasitas masyarakat difokuskan pada huntap Tondo sebagai proyek percontohan.

Dalam kegiatan tersebut juga dimasukkan upaya mitigasi sebagai bentuk strategi dalam membangun kota tangguh terhadap bencana.

"Jepang memiliki pengalaman yang sama dengan Kota Palu. Oleh karena itu, LSM JOCA mencoba mereplikasi metode yang mereka gunakan dalam pembangunan kota terdampak di Jepang kemudian diadopsi di kawasan hunian baru di Palu," ujar Ibnu.

Baca juga: BPBD Palu ultimatum penerima huntap AHA Center yang belum ditempati

Ia mengatakan, lembaga tersebut tidak melakukan kegiatan infrastruktur, tetapi lebih kepada pengembangan kapasitas masyarakat "akar rumput" pada aspek sosial, budaya, dan nilai-nilai berdasarkan kearifan lokal setempat dalam bentuk partisipatoris.

Program kemitraan yang dikerjasamakan kedua pihak beririsan dengan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam visi membangun Kota Palu yang mandiri, aman dan nyaman, tangguh serta profesional dalam konteks pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal dan keagamaan dengan membangun kembali tatanan lingkungan aman dan nyaman dengan dukungan infrastruktur yang berketahanan terhadap bencana.

Pada hubungan kemitraan itu, kata dia, Pemkot Palu juga diundang oleh JOCA untuk berkunjung ke Jepang melihat lebih dekat hasil program peningkatan kapasitas masyarakat di kota-kota yang pernah terdampak bencana alam.

Baca juga: Pemerintah bangun 1.102 unit huntap penyintas gempa di Tondo Dua Palu

"Pemkot Palu dijadwalkan berkunjung ke Jepang pada Maret 2023, dan program kemitraan ini sepenuhnya melibatkan partisipasi masyarakat," demikian Ibnu.