PAM Jaya sediakan tujuh kios air untuk warga Muara Angke

Perumda PAM Jaya menyediakan tujuh kios air bersih untuk warga di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara.

"Kios air ini untuk komunal dan secara total dapat menyuplai air sekitar 84.000 liter setiap hari," kata Direktur Utama (Dirut) Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, bahwa hal ini memberi perubahan karena selama ini, kios air dibangun pihaknya di lahan milik warga yang bersedia ditunjuk sebagai pengelola, dengan catatan di wilayah tersebut belum terdapat akses perpipaan.

Arief menjelaskan, satu kios air mampu melayani sekitar 200 kepala keluarga (KK) dan pengiriman air dilakukan menggunakan mobil tangki ke lokasi kios air maksimal tiga kali pengiriman per hari.

"Kondisi air berkualitas dengan harga terjangkau dan terjamin kesehatannya," katanya.

Baca juga: DPRD inisiasi pendampingan kerja sama PAM Jaya-Moya

Ia menyebut, airnya berasal dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) PAM Jaya sesuai standar Permenkes 492 Tahun 2010.

"Selain terjamin secara kesehatan, kami juga menetapkan harga standar dan jauh lebih murah dari harga air jeriken," katanya.

Warga, tambah Arief, dapat membeli air dengan tarif Rp400 per jeriken atau setara 20 liter apabila mengambil langsung di kios air, sedangkan jika diantar, warga membayar Rp1.200.

"Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga air jeriken yang umum dijual," ucap Arief.

Selain itu, PAM Jaya juga menggratiskan 4000 liter air pertama bagi kios air di Muara Angke.

Baca juga: PAM Jaya undang penyedia barang untuk ikut tender pekerjaan

PAM Jaya juga memberikan total 100 jeriken bagi warga yang dititipkan kepada para pengelola kios air.

Saat ini, tambah Arief, PAM Jaya telah membangun sebanyak sekitar 172 kios air yang tersebar di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat, dengan sasaran masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Untuk tarif air yang dikenakan PAM Jaya kepada pengelola sebesar Rp3.550 per 1.000 liter sesuai Kelompok Tarif IIIA dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 11 Tahun 2007 dan tidak bersifat progresif.

Arief melanjutkan penyediaan kios air sebagai solusi cepat sementara nantinya akan digantikan oleh sistem perpipaan sebab PAM Jaya menargetkan 100 persen cakupan pelayanan pada 2030.

"Solusi cepat sementara ini tentu saja tidak bersifat permanen sebab pada 2030, wilayah ini akan mendapatkan akses air perpipaan. Akses air perpipaan adalah komitmen kami dalam mendukung perkembangan Jakarta sebagai kota global," kata Arief.

Baca juga: PAM Jaya tegaskan kerja sama dengan Moya bukan swastanisasi air

Selain meresmikan operasi kios air, PAM Jaya juga membagikan bantuan pangan berupa paket sembako bagi seluruh warga di RW 022 Muara Angke yakni sebanyak 2.093 paket.