PAM Jaya siapkan skema pendanaan investasi dari BUMN hingga swasta

Perumda PAM Jaya menyiapkan skema pendanaan untuk rencana investasi jangka panjang dalam memenuhi target 100 persen cakupan layanan air minum perpipaan hingga 2030.

Direktur Utama Perumda PAM Jaya Syamsul Bachri Yusuf menyebutkan sejumlah pihak swasta, seperti International Finance Corporation (IFC), World Bank dan salah satu BUMN telah menyatakan minatnya untuk penawaran kerja sama.

"Tadi pagi dari BUMN Sarana Multi Infrastruktur juga sudah datang ke sini, diskusi dengan direktur keuangan, berminat untuk membantu dari isi pembiayaan," kata Syamsul saat ditemui di Kantor Pusat PAM Jaya, Jakarta, Rabu.

Syamsul menjelaskan proyeksi dana yang dibutuhkan PAM Jaya untuk investasi hingga 2030 mencapai Rp30 triliun.

Baca juga: PAM Jaya raih sertifikasi ISO untuk implementasi bisnis berintegritas

Proyeksi kebutuhan Rp30 triliun tersebut rencananya digunakan untuk modal investasi dan modal kerja perusahaan mengingat ada target pemenuhan 100 persen cakupan layanan air minum perpipaan di Jakarta hingga 2030.

Saat ini, cakupan baru mampu memenuhi sekitar 66 persen dan menyuplai sekitar 22 ribu liter per detik air untuk jumlah sambungan mencapai sekitar satu juta pelanggan.

PAM Jaya harus mampu menyediakan suplai tambahan sekitar 11.000 liter per detik yang mencakup 35 persen wilayah pelayanan baru untuk perpipaan kepada kurang lebih satu juta hingga 1,5 juta tambahan pelanggan baru pada 2030.

Sebelumnya, PAM Jaya juga tengah mengkaji opsi penerbitan obligasi atau surat berharga sebagai salah satu sumber pembiayaan kreatif.

Baca juga: DKI berkomitmen tingkatkan penyediaan air bersih bagi masyarakat

Hal itu menyikapi keterbatasan fiskal oleh Pemprov DKI Jakarta selaku pemegang saham.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel