Pam Mineral Bakal Catat Saham Perdana di BEI Pakai Kode NICL

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Pam Mineral Tbk akan menjadi pendatang baru di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan tambang ini menawarkan 2 miliar saham ke publik dalam rangka penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).

Perseroan telah mendapatkan izin efektif IPO dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Juni 2021. Perseroan menawarkan saham 2 miliar saham dengan nilai nominal Rp 20. Harga penawaran saham Rp 100. Dengan demikian, total dana yang akan diraup dari IPO sekitar Rp 200 miliar. Perseroan akan mencatatkan saham perdana dengan kode NICL.

Selain itu, perseroan akan menawarkan waran sebanyak 2,6 miliar waran seri I yang menyertai penerbitan saham baru adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian saham biasa atas nama.

Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang Namanya tercatat dalam daftar penjatahan Penawaran Umum yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek pada tanggal penjatahan.

Setiap pemegang 10 saham baru Perseroan berhak memperoleh 13 waran dengan setiap satu waran memberikan hak kepada pemegang untuk membeli satu saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portapel. Waran yang diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama dua tahun. Adapun harga pelaksanaan waran Rp 300.

Perseroan telah menunjuk penjamin pelaksana emisi efek PT Danatama Makmur Sekuritas. Selain itu, penjamin emisi efek antara lain PT Artha Sekuritas Indonesia, PT Henan Putihrai Sekuritas, PT Waterfront Sekuritas Indonesia, PT Panca Global Sekuritas, PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Nilai Inti Sekuritas.

Mengutip laman Pam Mineral, perseroan bergerak di bidang tambang yang berdiri sejak 2008. Perseroan memiliki dua wilayah operasional antara lain di Sulawesi Tenggara Desa Lameruru Kecamatan Langgikima Kabupaten Konawe Utara dan Desa Laroenai Kecamatan Bungku Pesisir Sulawesi Tengah.

Jadwal IPO

Pekerja melintas di bawah layar indeks saham gabungan di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melintas di bawah layar indeks saham gabungan di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jadwal IPO antara lain:

Masa penawaran umum pada 2-5 Juli 2021

Tanggal penjatahan pada 7 Juli 2021

Tanggal pengembalian uang pemesanan pada 9 Juli 2021

Tanggal distribusi saham dan waran secara elektronik pada 8 Juli 2021

Pencatatan saham dan waran di BEI pada 9 Juli 2021

Awal perdagangan waran seri I pada 9 Juli 2021

Akhir perdagangan waran seri I di pasar regular dan negosiasi pada 3 Juli 2023, pasar tunai pada 5 Juli 2023.

Periode pelaksanaan waran seri I pada 10 Januari 2022-7 Juli 2023

Tanggal berakhirnya masa berlaku waran seri I pada 7 Juli 2023

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel