Pamer Foto Bareng, Sri Mulyani Beri Selamat dan Titip Pesan ke Dirjen WTO Ngozi Okonjo-Iweala

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjadi salah satu orang yang menyambut gembira terpilihnya Ngozi Okonjo-Iweala sebagai Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).

Seperti diketahui dia menjadi wanita dan orang Afrika pertama yang memimpin badan perdagangan global tersebut. Melansir laman CNN, Selasa (16/2/2021), dia akan resmi menduduki jabatannya pada 1 Maret 2021, hingga akhir masa jabatan Agustus 2025.

Ekonom dan mantan Menteri Keuangan Nigeria, Okonjo-Iweala ini menikmati dukungan luas dari anggota WTO termasuk Uni Eropa, China, Jepang dan Australia. Meski sebelumnya, Amerika Serikat, di bawah pemerintahan Donald Trump, lebih menyukai Yoo.

Kegembiran Sri Mulyani diungkapkan melalui akun media sosial instagram miliknya @smindrawati, seperti dikutip Selasa (16/2/2021).

"Big congratulations to my dear friend Dr Ngozi Okonjo- Iweala to be appointed as the Director General of World Trade Organization @worldtradeorganizationThe first women as DG..!Huge and important tasks ahead to reform the @worldtradeorganization to create a fair rule based trade and equal opportunities and prosperity for all," tulis Sri Mulyani melalui instagramnya.

Sri Mulyani menyebut jika perjalanan hidup keduanya yang sama. "Perjalanan hidup kami berdua mirip," tulisnya.

Ini deretan kesamaan yang dimaksud Sri Mulyani:

- sama-sama perempuan dari negara berkembang yang memiliki sumber daya alam minyak dan gas (Nigeria dan Indonesia)

- Sama-sama besekolah dan mendapatkan gelar doktor ekonomi di Amerik Serikat

- Sama-sama menjalankan karier sambil berumah tangga dan membesarkan anak-anak

- Sama-sama menekuni masalah pembangunan dan keuangan internasional

- Sama-sama menjabat Menteri Keuangan dua kali

- Sama-sama pernah menjabat Managing Director Bank Dunia

- Sama-sama menyuarakan dan memperjuangkan kepentingan negara berkembang di forum internasional

- Sama-sama percaya pentingnya kerjasama global dan pentingnya peran lembaga multilateral dalam memecahkan masalah global tanpa mengenal batas dari mulai perubahan iklim, epidemi, pengungsi, kejahatan dan arus pencucian uang antar negara (illicit financing)

Dia pun memberikan harapan dan permintaan kepada Ngozi Okonjo-Iweala. "Ke depan, sistem perdagangan dunia perlu direformasi. Perlu dibangun sistem perdagangan multilateral yang rules-based, adil, juga menyesuaikan dengan perubahan teknologi dan inovasi perdagangan dunia di era digital," jelas dia.

WTO disebut secara kelembagaan juga perlu di-modernisasi agar bisa bergerak lebih cepat, responsif dan akuntabel dalam menghadapi tantangan ekonomi kedepan.

"Pemulihan perekonomian global pasca Covid bergantung pada perdagangan dunia yang lebih inklusif dan adil. Fair trade, equal opportunity and prosperity for all," sebut Sri Mulyani.

Janji Ngozi Okonjo-Iweala

Foto: gbtimes.com
Foto: gbtimes.com

Ngozi Okonjo-Iweala akhirnya dikukuhkan sebagai Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO). Dia pun menjadi wanita dan orang Afrika pertama yang memimpin badan perdagangan global tersebut.

Okonjo-Iweala ditunjuk WTO setelah kandidat saingan terakhir yang tersisa, Menteri Perdagangan Korea Selatan Yoo Myung-hee, mundur dari pencalonan.

Melansir laman CNN, Selasa (16/2/2021), dia akan resmi menduduki jabatannya pada 1 Maret 2021, hingga akhir masa jabatan Agustus 2025.

Ekonom dan mantan Menteri Keuangan Nigeria, Okonjo-Iweala menikmati dukungan luas dari anggota WTO termasuk Uni Eropa, China, Jepang dan Australia. Meski sebelumnya, Amerika Serikat, di bawah pemerintahan Donald Trump, lebih menyukai Yoo.

Reformasi mendalam

WTO didirikan pada tahun 1995 dengan tujuan mempromosikan perdagangan terbuka untuk kepentingan semua.

Ini merundingkan dan mengelola aturan untuk perdagangan internasional dan mencoba menyelesaikan perselisihan di antara 164 anggotanya.

Tetapi organisasi tersebut telah berjuang untuk mencegah pertengkaran perdagangan di antara negara-negara anggota, terutama Amerika Serikat dan China.

Badan yang bermarkas di Jenewa itu tidak memiliki direktur jenderal permanen sejak Roberto Azevêdo mengundurkan diri setahun lebih awal dari yang direncanakan pada Agustus.

Okonjo-Iweala telah mengakui perlunya reformasi di tubuh WTO. "Rasanya mengasyikkan dan sekaligus menakutkan. Saya menantikan tantangan ... reformasi mendalam diperlukan untuk mengubah citra dan mengubah posisi organisasi," ujar dia saat wawancara dengan Christiane Amanpour dari CNN.

Okonjo-Iweala mengatakan peningkatan upaya global untuk memerangi Covid-19 juga menjadi prioritas.

"Salah satu ... prioritas utama yang saya miliki, yang saya sukai, adalah bagaimana perdagangan dan WTO dapat memainkan peran yang lebih kuat dalam membawa solusi untuk pandemi Covid-19, baik dari sisi kesehatan tetapi juga pada ekonomi. samping,"jelas dia.

Okonjo-Iweala mengatakan bahwa sementara pemulihan ekonomi bergantung pada perdagangan, menyelesaikan tantangan kesehatan masyarakat juga membutuhkan "perdagangan yang baik."

Saksikan Video Ini