Pamer Struk dengan QR Code di Medsos, Pengunjung Restoran Dikerjai Sampai Tagihan Membengkak

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Maksud hati ingin mendapat candaan dari para penggemar sushi, seorang lelaki di Hong Kong justru mendapat tagihan makanan jutaan rupiah. Munculnya tagihan makanan tersebut bermula, saat pria tersebut membagikan foto makanannnya di Facebook. Ia hanya ingin ditertawakan oleh warganet yang memesan lebih banyak makanan untuknya melalui kode QR

Pada Sabtu, 2 Oktober 2021, seorang pria di Hong Kong memposting di grup minat sushi dan sashimi di Facebook, menunjukkan dia makan di Genki Sushi di East Point City di Tseung Kwan O. Judul unggahannya, "Makan di Genki lagi hari ini", melansir dari laman AsiaOne, Kamis (7/10/2021).

Gambar itu menunjukkan sepiring sushi, beberapa piring kosong di latar belakang, tetapi yang lebih memberatkan — kode QR yang digunakan untuk memesan makanan di restoran. Kode-kode ini menyimpan informasi dan dapat dibaca oleh kamera smartphone.

Tak lama setelah foto itu diunggah, warganet mulai menambahkan pesanan ke tabnya. Coconuts Hong Kong juga melaporkan bahwa masuknya pesanan yang cepat juga menyebabkan beberapa item terjual habis di sistem online restoran.

Pengguna Facebook lainnya, Hung Chan, mengunggah rekaman layar yang merinci semua item yang dipesan melalui kode QR. Unggahan itu juga menyertakan gambar tanda terima, serta total tagihan, yang mencapai 10.128 dolar Hong Kong atau Rp18,5 juta.

Untungnya, restoran itu tidak membebankan biaya kepada pria malang itu atas pesanan yang dibuat oleh orang-orang iseng itu. Meskipun postingan asli telah dihapus dari grup Facebook, sepertinya sesama penggemar sushi di Hong Kong telah belajar dari pengalaman pria itu. Unggahan berikutnya anggota kelompok ini tidak mengekspos kode QR mereka.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Ganti Nama demi Sushi

Salmon sushi  (dok.wikimedia commons)
Salmon sushi (dok.wikimedia commons)

Peristiwa makan gratis sushi juga sempat terjadi Taiwan. Pada Maret 2021, sejumlah pemuda Taiwan dilaporkan telah mengubah nama mereka menjadi “salmon” agar memenuhi syarat untuk mendapatkan sushi gratis yang ditawarkan oleh sebuah restoran.

Restoran tersebut memberi makanan gratis kepada pelanggan, syaratnya nama mereka harus mengandung karakter China. Restoran itu memberi diskon 50 persen kepada mereka yang memiliki sama dengan nama homofonik untuk ikan, melansir dari Taiwan News.

Kejadian tersebut membuat Kementerian Dalam Negeri Taiwan mengingatkan publik pada Rabu 17 Maret 2021. Menurut laporan Taiwan News, seseorang hanya dapat mengganti nama tiga kali dan lebih dari itu, maka akan mengakibatkan nama menjadi permanen.

Tak Percaya

Sushi (dok. wikimedia commons)
Sushi (dok. wikimedia commons)

Promosi tersebut telah memicu diskusi di media sosial dengan beberapa orang yang tidak percaya ada yang benar-benar bisa disebut salmon. Laporan juga muncul tentang orang-orang yang mengunjungi catatan rumah tangga untuk mengubah nama mereka agar memenuhi syarat.

Seorang mahasiswa di Taichung bermarga Guo mengubah namanya menjadi “Salmon Donburi Guo”. Ia mengatakan akan mengganti namanya kembali setelah mengunjungi restoran bersama teman-temannya.

MOI memperingatkan di Facebook bahwa berdasarkan interpretasi oleh Mahkamah Konstitusi dan peraturan Undang-Undang Nama, warga dapat mengajukan perubahan nama hanya tiga kali.

Kalau enggak sempet masak sendiri, yuk PO saja di ManisdanSedap, banyak masakan rasa rumahan yang pas buat lauk makan siangmu. Berasa dimasakin ibu.

Yuk PO Sekarang di ManisdanSedap!

Infografis Cara Aman Pesan Makanan via Online dari Covid-19

Infografis Cara Aman Pesan Makanan via Online dari Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Cara Aman Pesan Makanan via Online dari Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel