Pameran Pak Tino Sidin di Yogyakarta

TEMPO.CO , Jakarta--Pameran bertajuk "Ya. Bagus. Tino Sidin" itu selama sepekan lebih akan dipamerkan di Gedung Museum Bank Indonesia - Yogyakarta, Jl. Panembahan Senopati No. 4-6, Yogyakarta.

Panitia pameran tersebut EKa Wahyu menuturkan karya yang dipamerkan meliputi sketsa, karya lukis, buku-buku panduan menggambar, karya komik, ilustrasi film, video siaran dan lain-lain.

"Beberapa karya yang dipamerkan ada yang belum pernah dipublikasikan sama sekali," kata dia, Ahad 11 November 2012.

Pameran yang digelar di Gedung Museum Bank Indonesia Yogyakarta tanggal 16-25 November 2012 ini bertepatan dengan bulan kelahiran Tino Sidin, yakni tanggal 25 November (bulan Tino Sidin).

Pemilihan pameran dilakukan di Gedung Museum Bank Indonesia karena gedung itu merupakan bagian sejarah perjalanan karier Tino Sidin di mana saat tahun 70-an Tino berpartner dengan Bank Indonesia Yogya dalam pembuatan reklame program Tabanas dan Taska.

"Acara pameran ini sekaligus program sosialisasi rencana pendirian rumah Tetenger (museum sederhana) Taman Tino Sidin di Kadipiro, Kasihan, Bantul, Yogyakarta," kata Eka.

Kurator pameran Mieke Susanto menuturkan Tino Sidin sampai kini tidak dinilai eksis sebagai pelukis, meskipun karya seni lukisnya ratusan jumlahnya. Hal ini mencuat karena berbagai aktivitasnya yang lebih didominasi oleh kegiatan mendidik anak-anak melalui gambar dan buku.

"Padahal meskipun disebut pendidik atau guru, ia tak mengajar di sebuah sekolah formal dan tidak memiliki gelar akademik. Ia tidak punya sekolah, tetapi muridnya jutaan," kata dia.

Eka menuturkan pameran ini pun digelar sebagai apresiasi demi mengenang kembali karya jasa Tino Sidin sebagai salah satu pendidik seni lukis anak. Tino dinilai telah memberi sajian khususnya bagi warga Yogyakarta tentang seni lukis dan sketsa karya.

Pameran ini rencananya akan dibuka langsung Raja Keraton yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwana X.

PRIBADI WICAKSONO

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.