Pameran Riset dan Inovasi 2022 Resmi Digelar, Ini Waktu dan Lokasinya

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Badam Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko membuka pameran riset dan inovasi atau InaRI 2022. Ajang pameran ini diikuti sekitar 239 peserta.

Handoko mengatakan, pameran ini adalah kali pertama pasca adanya integrasi di BRIN. Namun, ini masih jadi bagian yang sama dengan berbagai pameran yang sudah diselenggarakan oleh kementerian dan lembaga sebelumnya.

"Dulu kita punya ristek expo, kita punya indonesia science expo, ada engineering expo, semua setelah integrasi ke BRIN, kita integrasikan juga ke dalam InaRI Expo dan ke depan kita akan semakin integrasikan berbagai aktivitas riset dan inovasi di InaRI expo di tahun-tahun berikutnya," kata dia dalam pembukaan InaRI Expo 2022 di Inovation Convention Center, Cibinong Science Center, Kabupaten Bogor, Kamis (27/10).

Untuk diketahui, kali ini InaRI Expo 2022 mengusung tema ‘Digital, Blue, & Green Economy: Riset dan Inovasi untuk Kedaulatan Pangan dan Energi’. Pameran riset dan teknologi, serta inovasi ini mewadahi 239 peserta, dan mulai digelar 27-30 Oktober 2022.

Melalui tema ini, BRIN ingin mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi guna mewujudkan ekonomi yang berbasis digital, berwawasan lingkungan, dan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.

Dia menjelaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari Presidensi G20 Indonesia 2022, di mana BRIN berperan sebagai pengampu kegiatan Research and Innovation Initiative Gathering (RIIG) dan Space 20. Maka, InaRI Expo 2022 diharapkan menjadi etalase kemajuan riset dan inovasi teknologi di Indonesia, khususnya terkait tema tersebut.

Serta menjadi katalis yang tidak hanya mempromosikan, namun juga menginisiasi kerjasama dengan berbagai pihak, baik itu nasional maupun internasional, termasuk pihak industri.

"Karena itu, melalui InaRI Expo 2022, BRIN juga mengajak seluruh periset dan inovator dari berbagai lembaga untuk berbagi kesuksesan yang menginspirasi para periset dan inovator generasi berikutnya," tambahnya.

Gandeng India dan ASEAN Sekretariat

Handoko menerangkan kalau gelaran acara ini turut menggandeng ASEAN Sekretariat dan pemerintah India. Termasuk dalam menyediakan wadah starup expo.

"Ajang ini dimanfaatkan tak hanya untu pelaku ristek di lembaga kampus, tapi juga industri dan juga ajang adik-adik kita yang masih remaja untuk memamerkan karya-karyanya," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Departemen Sains dan Teknologi India, Srivari Chandrasekhar menyebut gelaran ini bisa jadi ajang bertukar pengetahuan. Utamanya dari India yang memiliki pengalaman di sektor Start up.

"Pada 2014, kita punya 500 starup saja, tapi sekarang sudah lebih dari 77 ribu start up. Bahkan sekarang sudah lebih dari 100 start up dalam kategori unicorn dan value mereka sudah lebih dari USD 300 miliar, kami mau membagikan pengalaman yang kami miliki ini," paparnya.

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com [idr]