Pameran teknologi Mesir kumpulkan agrobisnis dari 20 negara

Lebih dari 150 perusahaan dari 20 negara memamerkan berbagai teknologi mesin pertanian di sebuah pameran pertanian internasional yang digelar di Kairo, ibu kota Mesir, pada 11 hingga 14 September.

Sahara Expo, atau Pameran Pertanian Internasional untuk Afrika dan Timur Tengah, edisi ke-34 berhasil menarik partisipasi 250 lebih merek dengan berbagai produk pertanian seperti traktor, mesin pemotong rumput liar, sistem irigasi, serta benih, pupuk, pestisida, dan material agrokimia lainnya.

"Pameran ini memberikan sebuah peluang besar bagi perusahaan lokal maupun asing untuk bertemu dan berbisnis bersama. Ini kesempatan bagus untuk mempelajari produk-produk baru, baik dari Eropa atau China, tanpa harus bepergian ke luar negeri," kata Ahmed Fouad, seorang pejabat pemasaran dari Tractors and Engineering Co., salah satu perusahaan dalam pameran tersebut yang memamerkan produk traktor dan alat pemotong.

Pertanian telah menjadi salah satu sektor utama di Mesir sejak zaman kuno, kata Hany Khafagy, manajer umum Informa Markets, perusahaan penyelenggara pameran itu, seraya menyebutkan bahwa sektor tersebut menyumbangkan 15 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Mesir dan mempekerjakan 25 persen tenaga kerja di negara itu.

Mesir mengekspor lebih dari 350 jenis produk pertanian ke lebih dari 150 negara di seluruh dunia dan merupakan salah satu pengekspor terbesar di dunia untuk buah jeruk, kurma, dan tanaman lainnya.

"Pameran ini memberikan sebuah peluang besar bagi perusahaan lokal maupun asing untuk bertemu dan berbisnis bersama. Ini kesempatan bagus untuk mempelajari produk-produk baru, baik dari Eropa atau China, tanpa harus bepergian ke luar negeri," kata Ahmed Fouad, seorang pejabat pemasaran dari Tractors and Engineering Co., salah satu perusahaan dalam pameran tersebut yang memamerkan produk traktor dan alat pemotong
"Pameran ini memberikan sebuah peluang besar bagi perusahaan lokal maupun asing untuk bertemu dan berbisnis bersama. Ini kesempatan bagus untuk mempelajari produk-produk baru, baik dari Eropa atau China, tanpa harus bepergian ke luar negeri," kata Ahmed Fouad, seorang pejabat pemasaran dari Tractors and Engineering Co., salah satu perusahaan dalam pameran tersebut yang memamerkan produk traktor dan alat pemotong

Peserta pameran yang berasal dari luar negeri antara lain meliputi perusahaan-perusahaan dari China, Jerman, Belanda, Polandia, Italia, Prancis, India, dan Yordania.

Salah satu peserta pameran asal China adalah perusahaan agrokimia Rainbow, yang produknya meliputi herbisida, insektisida, fungisida, pestisida hayati, dan zat pengatur tumbuh (plant growth regulator), yang digunakan di lebih dari 80 negara di seluruh dunia.

Zhang Kailin, manajer umum Rainbow untuk wilayah Afrika Utara dan Timur Tengah, melihat pameran ini sebagai kesempatan yang baik untuk mempromosikan perusahaan dan produk-produknya di kawasan tersebut.

Dia mengatakan bahwa hubungan istimewa antara China dan Mesir memberikan "dukungan besar" bagi perusahaan itu, yang baru saja membuka kantor di Mesir tahun lalu.

"Masyarakat Mesir sangat ramah. Kami mengunjungi sejumlah agensi dan lahan pertanian serta mengobrol akrab dengan semua orang yang kami temui. Hubungan baik antara China dan Mesir akan memberi kami dukungan besar dalam berbisnis di sini," kata Zhang kepada Xinhua.

Jacek Grad, kepala kantor perdagangan luar negeri Badan Investasi dan Perdagangan Polandia, menuturkan bahwa pameran tersebut menawarkan "platform terbaik untuk bertemu dengan mitra potensial di Mesir dan untuk mengembangkan jaringan kami di sektor pertanian," seraya menambahkan bahwa minat warga Mesir terhadap teknologi pertanian Polandia mengalami peningkatan.

Para pengunjung yang datang ke pameran itu meliputi produsen pertanian, pengusaha, konsultan, teknisi, peneliti, mahasiswa, dan petani. Khafagy mengatakan pihaknya memperkirakan kedatangan sekitar 25.000 pengunjung tahun ini, demikian Xinhua.