PAN Gabung Koalisi Pemerintahan Jokowi, Ini Respons Bima Arya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan pimpinan parpol koalisi pada Rabu (25/8/2021) kemarin. Turut hadir Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, didampingi Sekjen PAN Eddy Soeparno.

Kehadiran PAN dalam koalisi pemerintah disebut Sekjen Nasdem Johnny G Plate sebagai sahabat baru. Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PAN, Bima Arya membenarkan terkait pertemuan Ketua Umum dan Sekjen PAN dengan parpol koalisi pendukung Jokowi.

"Pertemuan itu awal kebersamaan PAN bergabung dengan koalisi pemerintahan secara resmi. Jadi mengkonsolidasikan bersama-sama terkait pandemi dan juga fokus pada pemulihan ekonomi," kata Bima Arya kepada wartawan, Kamis (26/8/2021).

Menurut Wali Kota Bogor ini, keputusan PAN bergabung dengan koalisi pemerintahan itu selaras dengan instruksi Ketua Umum, yaitu meminta seluruh kader untuk fokus membantu usaha pemerintah dalam mengatasi Covid-19 dan pemulihan ekonomi yang sekarang sangat dirasakan rakyat.

"Yang saya tahu baik Ketum maupun Sekjen ikut diundang bersama-sama membicarakan hal itu. Pertama langkah terkait update Covid-19, kedua pemulihan ekonomi. Dan memang itulah yang sekarang jadi concern dari PAN," tambah Bima.

Namun, Bima tidak menampik bila pertemuan dengan koalisi Jokowi juga untuk memperkuat politik di pemerintahan. Salah satunya dengan ditunjuknya kader terbaik PAN menjadi Duta Besar Indonesia di Kerajaan Spanyol.

"Itu (juga) salah satu wujud kebersamaan PAN dengan pemerintah. PAN kan masuknya secara total mendukung kebijakan dan memperkuat di posisi-posisi tertentu," ungkapnya.

"Semuanya, baik politik, sosial hingga ekonomi. Engga bisa setengah-setengah (mendukung) sampai 2024 nanti," imbuh dia.

Memperkuat Koalisi Pemerintah

Untuk diketahui, PAN secara resmi bergabung dengan parpol koalisi pendukung Presiden Jokowi. Kehadiran PAN disambut baik oleh para pimpinan partai koalisi.

Sekretaris Jenderal (sekjen) Partai Nasdem, Johnny G Plate mengatakan pertemuan dengan pimpinan partai koalisi merupakan inisiatif Jokowi.

"Yang mengundang adalah Bapak Presiden, dan semua pimpinan partai koalisi menyambut baik kehadiran PAN melalui kehadiran Ketua Umum dan Sekjen PAN," kata Plate yang juga menjabat Menkominfo itu.

Selain enam elite partai koalisi, dalam pertemuan tersebut dihadiri satu anggota baru koalisi yang dinilainya sebagai sahabat baru.

"Sahabat baru koalisi, dihadiri oleh Pak Zulkifli Hasan didampingi Sekjennya Edhy Suparno," jelas Johnny.

Dia meyakini, kehadiran PAN dalam tubuh partai koalisi pemerintah dapat memperkuat dan memperkaya gagasan dalam memajukan pembangunan Indonesia.

"Sahabat baru kami semakin memperkuat dan memperkaya gagasan dan pandangan serta ide baru dalam rangka mengisi demokratisasi Indonesia," Johnny menandasi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel